Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou Desu yo? Last Embryo LN - HTL - Volume 1 Chapter 5
- Home
- All Mangas
- Mondaiji-tachi ga Isekai kara Kuru Sou Desu yo? Last Embryo LN
- Volume 1 Chapter 5
Volume 1 Chapter 5 Part 1
Kota Air, Underwood.
Restoran yang dikelola oleh Komunitas Six Scars.
Mengikuti saran Kuro Usagi, Homura, Suzuka, dan Ayato menuju restoran tepi sungai tempat mereka dapat mengamati Kereta Roh, yang bolak-balik antara permukaan air dan area di bawahnya dengan interval teratur sekitar 10 menit sesuai keinginan mereka. Rupanya banyak tamu yang melakukan hal yang sama seperti mereka, karena teras tempat mereka duduk penuh sesak dengan pelanggan. Saat ini, meja mereka dipenuhi dengan banyak hidangan mewah, seperti burung Sakurami panggang, ham Peryton dengan telur goreng, dan sup labu raksasa. Tapi meskipun semua hidangan lezat itu ada di depan mereka, mata mereka hanya tertuju pada Kereta Roh, menyaksikan setiap keberangkatan dan perjalanannya kembali.
“Oh!”
Setiap kali kereta bolak-balik, ia menyemburkan air terjun yang menari-nari di udara sebelum berubah menjadi pelangi yang spektakuler, diikuti oleh sorak sorai meriah dari semua orang yang cukup beruntung untuk menyaksikannya. Dan sekarang, dengan pemandangan megah itu tepat di depannya, Homura bergabung dengan paduan suara kekaguman tanpa beban sedikit pun.
“Ooohhh!!!”
Kini mereka semua menyaksikan benda itu menghilang ke dasar sungai sambil bersandar di pagar teras, dan ketika akhirnya benda itu hilang, Homura terbatuk, kembali ke tempat duduknya dan berkata sambil menyilangkan tangannya dengan berlebihan:
“… Hmm, tidak buruk, tidak buruk sama sekali. Harus ku akui, itu cukup bagus.”
“Tidak ada yang percaya padamu, jadi berhentilah berbohong dan jujurlah pada dirimu sendiri, Bro. Itu sangat menyenangkan, kan?”
Suzuka tertawa, mengetahui bahwa Homura hanya berpura-pura, yang membuat Homura menundukkan kepala dan sedikit merajuk. Sambil terkekeh melihat situasi yang lucu itu, Ayato dengan anggun mengangkat cangkir berisi teh hitam ke mulutnya dan menyesapnya.
“Sungguh kejutan yang menyenangkan. Kukira kau tidak punya hobi selain sains, tapi ternyata kau sangat menyukai kereta api, ya, senpai?”
“Tidak, tidak, tidak seperti itu, Aya. Bukan berarti Homura hanya menyukai kereta api, dia menyukai semua kendaraan secara umum. Dulu, saat Iza-Nii masih bersama kami, mereka berdua suka membuat model plastik pesawat dan mobil bersama-sama.”
“Berhentilah mengucapkan omong kosong yang tidak perlu, Suzuka. Kau akan memberinya kesan yang salah.”
Homura menjadi lebih cemberut dari sebelumnya. Semakin terkejut, Ayato berkedip beberapa kali. Sebagian besar waktu ia melihat Homura asyik dengan penelitian, jadi melihatnya menikmati hal lain selain itu adalah pengalaman baru dan langka baginya, karena yang ia ketahui tentang hobi dan kegiatan Homura selama ini hanyalah bahwa ia sesekali membaca buku saat liburan. Duduk tepat di samping mereka, Kuro Usagi juga mendengarkan percakapan mereka dengan senyum geli di wajahnya.
“Itu juga hal baru bagiku. Model plastik yang kau bicarakan itu sesuatu yang kau rakit sendiri lalu dikoleksi untuk dipajang di depan orang lain, kan? Aku tidak tahu kalau Izayoi punya hobi yang lucu seperti itu waktu masih kecil.”
“Dia hanya melakukan itu untuk menyenangkanku. Kami sering bersaing satu sama lain untuk melihat siapa di antara kami yang bisa membangunnya lebih cepat, atau membuat yang terlihat lebih keren… kalau dipikir-pikir, kompetisi itulah satu-satunya di mana Aku bisa mengalahkan Iza-Nii tanpa berkeringat.”
Senyum nostalgia terukir di wajah Homura. Namun hanya sesaat, setelah itu ia langsung kembali merajuk. Sambil menyeringai puas, Suzuka menusuk pipinya dengan jarinya.
“Aku boleh saja mengolok-oloknya sesuka hatiku, tapi kenyataannya aku juga hampir sama seperti dia: kami selalu bergantung pada Iza-Nii dan mengandalkannya untuk apa pun, sebuah fakta yang kami sadari sepenuhnya ketika dia menghilang.”
“Benarkah?”
“Ya. Sejujurnya, Kurasa jauh di lubuk hati, kami semua mengerti bahwa dia adalah tipe orang yang akan tiba-tiba menghilang suatu hari nanti. Tapi meskipun kami tahu itu, tetap saja terlalu mendadak bagi kami ketika itu benar-benar terjadi. Sejak saat itu kami menghadapi banyak kesulitan dan harus belajar mengatasinya sendiri.”
“Suzuka…”
Dengan wajah dan suara serius, Homura meletakkan tangannya di bahu Suzuka saat gadis itu terus bercerita tentang masa lalu dengan senyum sedih. Kuro Usagi juga menunjukkan wajah khawatir, dan telinganya sedikit terkulai.
“Ketika Kau mengatakan kesulitan… apa yang Kau maksud adalah semua masalah yang ditinggalkan Izayoi sebagai anak yang bermasalah?”
“Tidak, tentu saja tidak. Maksudku, dia memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi, sombong, egois, dan hedonis semuanya… tapi dia bukan tipe orang yang akan membiarkan kekacauan yang dia buat sendiri untuk dibersihkan keluarganya.”
“Meskipun begitu, perkelahian dan pertikaian yang ia mulai selalu berkaliber serius dan mematikan, seperti ketika ia bekerja sama dengan orang-orang seperti Don Bruno, Pak Tua Ushimatsu, atau kemudian dengan Canaria-sensei, mencari gara-gara dengan orang-orang kuat atau mereka yang berada di posisi sosial tinggi dan menyebutnya hanya sebagai hobi kecilnya untuk menghilangkan kebosanan…”
“Benar. Dia selalu berkata: Mereka yang berkuasa harus menggunakannya untuk melawan mereka yang kuat, karena itulah definisi keren! atau sesuatu semacamnya, Tapi itu hanyalah alasan murahan yang suka dia lontarkan. Kalau Aku ingat dengan benar, motto favoritnya adalah…”
“Langit tidak menciptakan manusia yang lebih tinggi dariku!
“Pffffffffft!!!!!!!!!”
Mendengar itu, Kuro Usagi tersedak teh yang sedang diminumnya. Kemungkinan besar dia berpikir bahwa itu memang sudah seperti dirinya untuk mengatakan sesuatu yang begitu berani, Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa itu adalah motto yang sangat bodoh untuk dijalani.
“Itu, yah, ehm, bagaimana aku mengatakannya dengan halus… itu memang terdengar seperti Izayoi. Jadi dia menjalani hidupnya seperti itu bahkan di dunia asalnya, ya?”
“Dia bukanlah tipe orang yang akan mengubah gaya hidupnya hanya karena tempat tinggalnya berubah. Jika kau mengenalnya selama tiga tahun, seharusnya kau setidaknya sudah tahu itu, bukan begitu, Kuro Usagi?”
“Fufufu, kurasa itu memang benar.”
Dia menggoyangkan telinga kelincinya sambil tertawa riang. Tapi meskipun obrolan yang mereka lakukan saat ini menyenangkan, percakapan secara umum tidak mengarah ke mana pun, jadi sudah saatnya untuk mengganti topik. Dia batuk beberapa kali untuk memastikan bahwa dia mendapatkan perhatian penuh mereka.
“Baiklah, semuanya, mari kita lanjutkan pestanya. Tapi selagi kita melakukannya, sudah saatnya Kuro Usagi ini akhirnya memberi tahu kalian hal-hal mendasar tentang dunia ini: Dunia Little Garden!”
Suzuka terlihat semakin bersemangat, sementara ekspresi Homura menjadi lebih serius. Ayato, di sisi lain, tetap tenang sepanjang waktu. Setelah mendapat konfirmasi bahwa mereka semua mendengarkannya, Kuro Usagi mengeluarkan sebuah kartu dari saku roknya.
“Baiklah semuanya, haruskah Aku mulai dengan kalimat pembuka yang biasa? Sebaiknya begitu, kan? Oke, ini dia! Selamat datang di Dunia Little Garden! Kami telah memanggil kalian bertiga untuk mengukur kualifikasi kalian demi berpartisipasi dalam Gift Games, di mana hanya mereka yang telah diberkati dengan Bakat yang dapat berpartisipasi!”
Volume 1 Chapter 5 Part 2
“Gift Games?”
“Benar, anak-anak, kalian tidak salah dengar! Sekarang kalian bertiga seharusnya sudah menyadari bahwa kalian tidak persis seperti manusia lain di sekitar kalian. Kekuatan aneh dan misterius yang membedakan kalian dari yang lain? Itu adalah Berkah yang diberikan hanya pada segelintir orang terpilih oleh berbagai Dewa, dewa-dewa kecil, iblis, roh, dan bahkan bintang-bintang itu sendiri! Gift Games, sederhananya, adalah kompetisi di mana para pemegang Berkah saling beradu kekuatan unik mereka! Dan agar mereka dapat menjalani kehidupan yang menyenangkan dan memuaskan tanpa takut dianiaya karena perbedaan mereka, panggung yang sempurna – Dunia Little Garden – diciptakan!”
*Usaaa!* *Usaaa!* Telinga Kuro Usagi bergoyang-goyang kegirangan saat ia melanjutkan penjelasannya. Namun sebelum ia bisa melanjutkan, Homura dan Suzuka menyela setelah saling bertukar pandangan terkejut.
“Tunggu sebentar, oke? Jadi maksudmu, agar bisa dipanggil ke sini, kami harus memiliki kekuatan khusus, salah satu dari… Berkah itu, benar?”
“Ya!”
“Dan itu adalah aturan mutlak? Tidak ada pengecualian?”
“Ya Ya Ya! Misalnya, Kau seharusnya sudah memiliki gambaran yang jelas tentang Berkah mu, Nona Suzuka.”
“Ya, kurasa memang begitu, tapi…”
Homura dan Suzuka saling bertukar pandangan khawatir. Keduanya sangat menyadari bahwa mereka berbeda dari orang lain, jadi itu bukanlah hal yang mengejutkan bagi mereka. Namun yang membuat mereka khawatir sekarang adalah kenyataan bahwa Kudou Ayato telah dipanggil ke sini bersama mereka. Jika apa yang dikatakan Kuro Usagi memang benar, maka itu berarti dia juga memiliki semacam Berkah, jika tidak, kehadirannya di sini bersama mereka sama sekali tidak masuk akal.
“Uhm, Aya? Aku tidak ingin terdengar kasar, tapi… mungkinkah kau… menyembunyikan sesuatu dari kami selama ini?”
“Yah, kita tunda dulu pembicaraan itu, Suzuka. Nona Kuro Usagi, silakan lanjutkan. Kurasa pasti ada beberapa syarat tambahan yang harus kami penuhi jika ingin berpartisipasi dalam Gift Games itu, kan?”
“Ya, tentu saja! Sebelum berpartisipasi dalam Gift Games, setiap peserta wajib menjadi anggota salah satu dari sekian banyak organisasi yang dikenal sebagai Komunitas yang tersebar di seluruh Little Garden.”
“Uh-huh, yup-yup. Dan apa yang terjadi jika Kau memenangkan Gift Games ini?”
“Para pemenang Gift Games akan mendapatkan hadiah dari Host permainan tersebut. Mengenai hadiah sebenarnya, bisa apa saja: uang, tanah, hak kepemilikan, pelayan… dan bahkan Berkah milik mereka yang kalah dalam Gift Games. Jika Kau mengambil Berkah dari orang lain dan menjadikannya milikmu sendiri, Kau bisa menantang Gift Games di level yang lebih tinggi, di mana risikonya lebih besar, Tapi potensi hadiahnya juga lebih besar. Tentu saja, jika Kau ikut serta dalam Gift Games di mana Berkahmu dipertaruhkan dan Kau kalah dalam permainan itu, Berkahmu sendiri akan diambil darimu, jadi mohon pertimbangkan hal itu ketika memutuskan siapa yang akan Kau tantang, ufufufu.”
Dia mengakhiri pidatonya dengan seringai provokatif.
Pada saat itu, mata Suzuka benar-benar berubah menjadi bintang yang bersinar.
“Fufufu, tidak perlu khawatir soal itu. Ketahuilah, meskipun mungkin dia tidak terlihat seperti itu, Bro-ku Saigo Homura ini luar biasa kuat dalam segala jenis permainan!”
“Fufu, kalau begitu aku akan menantikan penampilannya. Lagipula, mereka yang mahir dalam Gift Games adalah kaum elit di Little Garden, jadi ketika kau menantang mereka, ingatlah untuk terlebih dahulu dan terutama menikmati diri sendiri sepuas hatimu.”
“Kita akan mengerjakannya saat kita merasa siap. Pertanyaan selanjutnya: siapa yang akan menjadi Host dan memberikan hadiah pada para pemenang? Jangan bilang kalau Host ini adalah para Dewa sejati, yang sebenanrnya.”
“Tentu saja! Ini Little Garden, rumah bagi berbagai macam Dewa dan makhluk ilahi! Sejujurnya, Kuro Usagi yang cantik yang kau lihat di hadapanmu ini juga merupakan keturunan dari para dewa tersebut, Kelinci Bulan dari cerita rakyat Buddha, lebih tepatnya!”
Kuro Usagi membusungkan dada dan telinganya lalu berseru dengan bangga, sementara Suzuka dan Homura menatapnya seolah-olah mereka akan ternganga.
“Oi, Bro, Kelinci Bulan, katanya. Apa yang dia maksud sama dengan yang ada di Konjaku Monogatari?[i]
“Ya. Kalau ingatanku tidak salah, salah satu kisah di dalamnya adalah tentang seekor kelinci yang mengorbankan dirinya dengan melompat ke dalam api agar seorang lelaki tua bisa memakannya dan terhindar dari kelaparan, dan sebagai hadiah atas pengorbanannya, Dewa Taishakuten membawanya ke bulan bersamanya, itulah sebabnya permukaan bulan terkadang tampak seperti kelinci.”
“Uwaaah! Bukankah dia seperti legenda super besar? Jadi kau ingin mengatakan padaku bahwa Kuro Usagi ini sebenarnya adalah kelinci yang sangat terkenal itu?!”
“Memang benar, tapi tidak sampai sejauh itu. Aku hanyalah keturunannya. Tapi cukup tentangku, mari kita kembali ke topik utama, ok? Tokoh-tokoh yang diabadikan dalam legenda dunia luar dan mereka yang meninggalkan jejak dalam sejarah manusia dengan mencapai hal-hal besar, merekalah yang juga diizinkan menerima undangan ke Little Garden, dianugerahi Berkah, dan mendirikan Komunitas mereka sendiri.”
“Hah? Bahkan mereka yang telah berkontribusi pada sejarah umat manusia di masa lalu?”
“Ya! Bahkan, seharusnya ada banyak orang seperti itu di Little Garden sekarang.”
“Jadi begitu.”
Homura mengangguk, merasa puas dengan jawaban yang diterimanya.
“Jika itu salah satu kriterianya, maka kurasa tidak terlalu mustahil bagiku untuk dipanggil ke sini.”
“Oho? Cukup percaya diri dengan pencapaianmu, ya?”
“Lebih tepatnya setengah percaya diri, karena prestasi-prestasi itu secara teknis bukan sepenuhnya milikku. Tapi abaikan saja itu, silakan lanjutkan.”
“Ya dengan senang hati!”
Kuro Usagi mengangguk gembira dan menggerakkan telinganya dengan kuat.
“Izinkan Aku menjelaskan lebih lanjut tentang Gift Games itu sendiri. Sebenarnya ada dua jenis, masing-masing sangat berbeda satu sama lain. Salah satunya adalah Permainan yang pada dasarnya merupakan ujian bagi manusia yang dirancang oleh para Dewa dan dewi yang memiliki terlalu banyak waktu luang. Seringkali tidak ada batasan khusus untuk berpartisipasi, Tapi karena『Host』adalah para Dewa, tantangan yang mereka hadapi hampir selalu sangat sulit, dan nyawa para peserta seringkali dipertaruhkan. Namun sebagai imbalan atas kesulitan dan risiko tersebut, hadiah untuk mengatasi cobaan mereka juga cukup berharga. Hadiah pastinya bervariasi dari satu dewa ke dewa lainnya, Tapi sebagian besar berupa perolehan Berkah baru, di antara hal-hal lainnya.”
“Hmm, jadi berdasarkan apa yang Kau katakan, jenis Gift Games lainnya seharusnya adalah yang lebih “normal”?
“Tentu saja. Gift Games biasa biasanya dilakukan setelah biaya masuk dibayarkan, biasanya dalam bentuk chip partisipasi. Bisa dikatakan bahwa menyelenggarakannya merupakan semacam bisnis bagi Komunitas, dan bertindak sebagai sumber pendapatan utama mereka.”
Ada kilatan di mata Suzuka dan Homura saat mereka semakin termotivasi dengan setiap kata yang diucapkan.
“Kau mengatakan itu adalah bisnis bagi mereka, Tapi mereka seharusnya juga lebih condong ke arah hiburan, kan?”
“Nah, Aku penasaran tentang itu? Jika Kau tidak memahami aturan permainan atau ingin mengubahnya dengan cara tertentu, selama ada manfaatnya bagi mereka, Kau selalu dapat mencoba bernegosiasi dengan pihak penyelenggara.”
“Hoo? Jadi, Kau secara resmi bisa mengubah aturan, tapi hanya dengan membicarakannya dengan… Host?”
“Wah, Kau benar-benar cerdas, Tuan Homura! Benar, apa yang baru saja Kau katakan adalah bagian dari mekanisme yang disebut…『Pembuatan Game』, yang di sini hanyalah nama mewah untuk tindakan negosiasi, dan percaya atau tidak, mahir dalam hal ini adalah keterampilan penting yang harus dimiliki jika Kau tidak ingin dirugikan oleh『Host』atau untuk meningkatkan performa Komunitasmu dalam Gift Games.”
“Begitu. Sekarang kurasa aku sudah memahami semuanya dengan cukup jelas. Singkatnya, Gift Games dapat disimpulkan sebagai cara bagi Komunitas untuk melakukan bisnis dan perdagangan satu sama lain, kan? Apa itu juga melibatkan barter dengan mata uang dunia ini?”
“Ya! Perdagangan dan barter sama lazimnya di Little Garden seperti Gift Games!”
“Sudah kuduga. Jika tidak seperti itu, maka implementasi Kereta Roh ini sama sekali tidak praktis, karena biaya perawatan dan pemeliharaan rutin tidak mungkin dibayar hanya dengan Gift Games. Dalam hal ini, langkah paling praktis tampaknya adalah membagi anggota Komunitas antara mendapatkan uang untuk semua pengeluaran yang diperlukan dengan berpartisipasi dalam Gift Games dan berdagang secara merata.”
Homura memikirkannya sambil memegang dagunya. Melihat itu, mata Kuro Usagi melebar karena terkejut.
“W-Wow… aku tidak tahu harus bagaimana mengatakannya… tapi kalian berdua sama sekali tidak seperti Izayoi. Aku bahkan berani mengatakan bahwa kalian berdua adalah kebalikannya.”
“Benar-benar berlawanan dengan Iza-Nii? Apa maksudmu?”
“Ya! Ketika aku mendengar bahwa keluarga Izayoi mungkin akan dipanggil ke Little Garden, aku mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, Tapi sejauh ini kau bersikap sangat baik, atau mungkin aku harus mengatakan… bahwa aku senang kau tampak seperti manusia normal pada umumnya.”
Kuro Usagi menghela napas lega. Sebaliknya, ekspresi Homura dan Suzuka justru tampak rumit menanggapi pujian yang tiba-tiba itu… atau lebih tepatnya, pujian yang diberikan?
Volume 1 Chapter 5 Part 3
“Bisakah Kau menjelaskan lebih lanjut tentang itu? Iza-Nii… apa yang dia lakukan di sini? Apa yang berhasil dia capai?”
“Kau benar-benar ingin tahu, ya? Baiklah, kalau aku harus menggambarkannya, dia selalu mencari masalah di mana-mana di seluruh Little Garden, dari Kota Brilliant Flames di utara hingga Underwood di selatan, dia hanya berlari dari satu tempat ke tempat lain tanpa terkendali, membawa kekacauan dan masalah ke mana pun dia pergi. Seandainya saja dia setengah bisa diandalkan seperti kalian berdua, mungkin, hanya mungkin… aku tidak perlu mencabut begitu banyak rambutku setiap hari!!!!”
Tiba-tiba Kuro Usagi mengalami gangguan mental dan mulai menangis. Ya, sepertinya Izayoi baik-baik saja. Hanya dia yang bisa menjadi orang yang begitu kasar dan tidak berperasaan hingga membuat gadis manis seperti Kuro Usagi menangis tersedu-sedu.
“Uhm, Yah… Sepertinya Iza-Nii membuatmu harus melewati banyak kesulitan sendiri, ya?”
“Kalau itu bisa sedikit menghiburmu, dia memang sudah seperti itu bahkan saat masih tinggal di panti asuhan bersama kami. Ngomong-ngomong, bisakah kita kembali ke pokok pembahasan? Ini akan menjadi pengalihan yang menyenangkan dari trauma masa lalumu, atau setidaknya menurutku begitu.”
Ekspresi Homura semakin gelisah. Sebagai seseorang yang lebih memilih mati daripada membuat seorang gadis menangis, dia ingin gadis itu segera ceria. Seolah-olah dia memang menunggu isyarat itu, Kuro Usagi langsung menegakkan tubuhnya. Homura merangkum semua yang telah mereka pelajari dari rangkaian percakapan mereka hingga saat ini, lalu bertanya dengan wajah sangat serius:
“Izinkan Aku bertanya terus terang: Adakah cara bagi kami untuk kembali ke dunia asal kita?”
“…. Apa?”
Kuro Usagi menjawab dengan datar. Wajahnya yang bingung memberi tahu Homura segalanya yang perlu dia ketahui: dia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakannya. Hal itu membuat sesuatu di bagian belakang kepalanya berderak seolah-olah ada sesuatu yang akan pecah. Dia mendorong piring-piring di depannya ke samping, mencondongkan tubuh ke arahnya dan bertanya dengan sangat perlahan agar dia bisa mengerti kali ini.
“Jadi maksudmu kami tidak bisa kembali?”
“T-Tidak, bukan itu, sama sekali bukan seperti itu, tapi… eh? T-Tunggu sebentar, ada yang aneh di sini! Satu-satunya orang yang bisa dipanggil ke Dunia Little Garden adalah mereka yang memiliki alasan untuk datang ke Little Garden. Jika boleh Aku bertanya, apa yang tertulis di surat undanganmu?”
Terkejut, Homura harus bersandar dan berpikir sejenak. Dia menerima pesan itu saat keadaan darurat, jadi baru sekarang dia menyadari bahwa dia bahkan tidak punya waktu untuk memeriksa isi pesan tersebut. Dia segera mengeluarkan ponselnya dan menemukan email yang dikirim oleh queen halloween@ne.jp dan membuka pesan tersebut. Isinya sebagai berikut:
『–Undangan Perang Kedua untuk Otoritas Matahari–』
“Apa-apaan…..?!!!!”
Sejenak, Kuro Usagi tampak seperti baru saja dipukul dengan benda tumpul yang sangat berat di kepala. Dia hanya berdiri di sana, menatap layar ponsel Homura tanpa mengucapkan sepatah kata pun, hanya membuka dan menutup mulutnya berulang kali seperti ikan yang terdampar di pantai.
“Undangan untuk Perang Otoritas Matahari ke-2?!!! Mengapa orang luar seperti Tuan Homura bisa mendapatkan undangan seperti itu?!!!!!!”
“B-Bagaimana aku bisa tahu?! Bahkan jika kau menanyakan itu padaku, aku sama bingungnya denganmu.”
“Perdebatan tentang itu bisa ditunda nanti. Untuk sekarang, mari kita periksa apa isi pesan itu sendiri, senpai.”
Atas desakan Ayato, Homura mengangguk, dan kemudian semua orang di meja berkumpul di sekelilingnya untuk memastikan isi pesan yang diterimanya.
『–Undangan Perang Kedua untuk Otoritas Matahari–』
Tuan Saigo Homura yang terhormat
Dengan senang hati kami informasikan bahwa Kau telah berhak untuk berpartisipasi dalam tahap kualifikasi untuk Perang Kedua Perebutan Otoritas Matahari yang saat ini sedang berlangsung di Dunia Little Garden. Untuk melewati tahap kualifikasi dan mendapatkan kesempatan masuk ke seleksi final, silakan kalahkan atau perbudak salah satu Binatang Surgawi dari Dua Belas Konstelasi.
Binatang Surgawi yang dibutuhkan untuk penaklukan:『Taurus』
Kondisi Kemenangan:
- Penaklukan Avatar『Taurus’』
- Penghapusan『Taurus’』petir, mengembalikan bintangnya ke bentuk aslinya.
Ringkasan Aturan & Jangka Waktu:
Durasi tahap pendahuluan Permainan adalah 7 tahun. Setelah jangka waktu yang ditentukan berlalu tanpa peserta mencapai salah satu syarat kemenangan, peserta tersebut akan didiskualifikasi secara otomatis. Bahkan jika yang menaklukkan monster itu bukan Tuan Saigo Homura sendiri, pencapaian tersebut tetap akan dihitung atas nama mu, jadi jangan ragu untuk bekerja sama dengan sebanyak mungkin orang yang Kau anggap perlu.
*Poin-Poin Penting*
Tantangan dan jangka waktu yang disajikan di atas telah disiapkan secara khusus agar Tuan Saigo Homura dapat berpartisipasi dalam Perang Kedua Otoritas Matahari. Jika Kau memilih untuk abstain/meninggalkan/mengabaikan partisipasi atau tereliminasi di babak penyisihan, hal itu akan mengakibatkan pembatalan tantangan dan pengambilan Hadiah “Proto Idea” yang saat ini Kau miliki, jadi mohon maaf atas ketidaknyamanan jika hal itu terjadi. Selain itu, dilarang meninggalkan Little Garden selama permainan berlangsung, jadi harap perhatikan hal tersebut. Tergantung pada keadaan, mungkin saja permainan dapat diperpanjang, Tapi kami sangat menyarankan untuk memenuhi persyaratan yang diberikan Padamu dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Tertanda
Komite Fasilitasi Perang ke-2 Otoritas Matahari,『Iblis-Iblis Laplace』
Begitu selesai membaca pesan konyol itu, Homura membanting tinjunya ke meja dan berteriak protes.
“K-KAU PASTI BERCANDA!!!!!!!!”
Teriakannya membuat seluruh lingkungan sekitar menatapnya dengan tidak senang, dan area restoran dipenuhi dengan gumaman yang mengomentari perilakunya yang tidak beradab. Sambil memegang telepon dengan tangan yang gemetar karena marah, dia membaca pesan itu sekali lagi, Tapi itu hanya memperburuk keadaan.
“Jangka waktunya tujuh tahun, katamu?! Kau bilang tidak bisa meninggalkan Little Garden?!!! Jangan main-main denganku!!! Siapa yang waras mau menerima syarat yang keterlaluan seperti itu???????!!!!!!!”
“H-Homura, aku tahu kau marah, tapi mungkin cobalah untuk sedikit tenang?”
“Aku? Tenang? Kau menyuruhku tenang?! Mana mungkin!!! Jika aku… jika kita tidak kembali, apa kau tahu apa yang akan terjadi pada panti asuhan itu?! Tidak? Kalau begitu izinkan aku menjelaskannya! Perusahaan Everything akan berhenti mendanainya! Dan tanpa uang mereka, panti asuhan itu akan hancur!”
Itulah puncaknya. Meskipun ia dihadapkan pada begitu banyak situasi absurd dan mengancam jiwa tanpa henti, Homura masih berusaha menghadapinya setenang mungkin dengan memendam semua perasaan negatif dan stres di dalam dirinya, Tapi pesan yang baru saja ia baca dan implikasinya terlalu berat. Tak tahan lagi, ia harus membiarkan semua negativitas yang terkumpul meledak. Bukan pertanyaan apa itu akan terjadi, Tapi kapan. Dan saat itu adalah sekarang. Lagipula, dalam kasus ini, kemarahannya adalah kemarahan yang benar. Saat ini, Canaria Family Home membutuhkan Saigo Homura dan penelitiannya untuk bertahan hidup. Jika ia menghilang selama 7 tahun penuh, para investor dari Everything Company pasti akan berhenti mengirimkan uang mereka, dan Suzuka tahu itu dengan baik. Itulah sebabnya ia mengajukan pertanyaan kepada Kuro Usagi dengan sedikit tegang:
“Kuro Usagi, apa benar-benar tidak ada yang bisa kita lakukan tentang ini? Apa kami benar-benar tidak bisa kembali tanpa abstain dari Permainan?”
“…Aku khawatir itu akan sulit. Pertama-tama, Kau tidak akan dipindahkan ke Little Garden jika Kau belum menyetujui undangan tersebut.”
Kuro Usagi menundukkan telinganya meminta maaf dan meremas lengannya dengan tangannya erat-erat.
Akhirnya, setelah sekian lama terdiam dan menghabiskan tehnya, Kudou Ayato memutuskan untuk angkat bicara.
“Nona Kuro Usagi, jika diizinkan, Aku ingin mengklarifikasi sesuatu tentang salah satu topik percakapan kita sebelumnya, jika Kau tidak keberatan.”
“Y-Ya, tentu saja, silakan, Nona Ayato.”
“Secara tepatnya, Gift Games adalah kompetisi yang diadakan oleh berbagai Dewa dan iblis di Little Garden ini, benar?”
“Eh? Ah, ya, itu memang benar.”
“Namun, aku dan senpai bertemu dengan monster yang dijelaskan dalam undangan di dunia kami sendiri. Terlebih lagi, orang yang mengalahkannya adalah Sakamaki Izayoi, yang kebetulan muncul di tempat dan waktu yang tepat, memenuhi syarat untuk lolos kualifikasi Gift Games ini yang tercantum dalam pesan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kami telah dipindahkan ke Little Garden sebagai akibat dari rangkaian peristiwa dan keadaan di luar kendali kami setelah terlibat di dalamnya secara tidak sengaja. Jadi, meskipun kami berlindung di sini untuk sementara waktu, menurutku sangat masuk akal untuk berpikir bahwa ada banyak alasan untuk mengizinkan kami kembali ke dunia kami sendiri.”
“Muumuu….”
Saat Ayato melanjutkan pertanyaannya dengan nada yang lebih tegas dan keras, yang bisa dilakukan Kuro Usagi hanyalah memainkan telinganya dengan gugup.
Volume 1 Chapter 5 Part 4
“Yang paling ingin ku ketahui adalah mengapa hal seperti itu bisa terjadi sejak awal? Jika kami tidak mendapatkan jawaban setidaknya untuk pertanyaan itu, maka Kurasa kami tidak akan bisa bergerak maju dan menemukan solusi untuk kesulitan yang kami hadapi saat ini.”
“Aku tahu, dan aku minta maaf, tapi apa yang terjadi padamu adalah sesuatu yang sulit bahkan bagiku untuk mengerti. Yang bisa kukatakan dengan pasti adalah bahwa semua ini pasti terjadi karena pendahuluan Perang ke-2 untuk babak penyisihan Otoritas Matahari. Bahkan jika aku membandingkannya dengan Gift Games skala besar lainnya yang diadakan di seluruh Little Garden, jelas bahwa yang satu ini akan sangat liar dan tak terduga. Selain itu, aku khawatir aku tidak bisa mengatakan apa pun lagi.”
Mendengar penjelasannya, Homura menggigit bibirnya untuk mencoba menekan emosinya yang meluap. Selama ini, dia hanya setuju untuk membagikan hasil penelitian ayahnya dan bekerja untuk Everything Company agar dia dapat meningkatkan kondisi kehidupan di panti asuhan sehingga anak-anak yang tinggal di sana akan lebih banyak tersenyum, hanya itu saja. Dan sekarang beberapa bajingan ingin mengambil alasan itu darinya hanya karena mereka mau?!
Awalnya dia akan menganggap kedatangan mendadak di dunia lain ini sebagai petualangan singkat dan pengalihan yang menyenangkan dari tanggung jawab sehari-harinya, Tapi dalam sekejap semuanya berubah dari petualangan menjadi krisis bertahan hidup. Dengan mempertimbangkan semua itu, dia berhak untuk marah… tidak, akan aneh jika dia tidak marah sejak awal.
Menghadapi kemarahan yang begitu besar, Kuro Usagi hanya bisa menundukkan kepala dan telinganya karena malu.
“Aku menyadari ini bukanlah yang kau inginkan sama sekali, Tapi untuk saat ini sepertinya kau tidak punya pilihan selain berpartisipasi dalam Gift Games ini, setidaknya untuk saat ini. Situasi di mana kau melakukannya tidak penting, yang tetap menjadi fakta adalah kau telah menerima undangan ke Dunia Little Garden atas kemauanmu sendiri, jadi sebelum kau mulai berpikir untuk bernegosiasi dengan orang yang menyelenggarakan seluruh Gift Games ini, kau setidaknya harus menyelesaikan tahap pendahuluannya terlebih dahulu.”
“B-Bahkan jika kau mengatakan itu, sebenarnya ia ingin kami mengalahkan monster banteng seperti yang menyerang kami di dunia kami dulu! Bagaimanapun kau melihatnya, sama sekali tidak mungkin kami bisa melawan makhluk seperti itu sendirian!”
Tak sanggup menahan diri lagi, Suzuka pun ikut meninggikan suaranya.
Dua monster yang muncul di sekolah pada malam badai topan itu… itu jelas merupakan hal-hal yang melampaui pemahaman manusia. Dengan mempertimbangkan hal itu, banteng yang ditenun badai itu jelas dapat disebut sebagai Binatang Surgawi, makhluk yang bahkan tidak akan pernah bisa mereka kalahkan sendiri kecuali mereka ingin musnah dari muka bumi tanpa jejak. Tapi jika mereka tidak mengalahkannya, itu mungkin berarti mereka tidak akan bisa kembali ke dunia mereka sendiri lagi.
Saat mereka bertiga terdiam dengan wajah muram, telinga Kuro Usagi tiba-tiba tegak dan dia berdiri dari tempat duduknya, bertepuk tangan sambil tersenyum lebar. Mungkinkah dia berhasil menemukan sesuatu?
“Ah, benar, kenapa aku tidak memikirkannya lebih awal?! Dalam jenis Gift Games seperti itu, ada lebih dari satu cara untuk memenuhi syarat kemenangan, jadi tidak perlu hanya mengandalkan kekuatan fisik saja!”
Saat Ayato melanjutkan pertanyaannya dengan nada yang lebih tegas dan keras, yang bisa dilakukan Kuro Usagi hanyalah memainkan telinganya dengan gugup.
“Eh? Benarkah?!”
“YA, YA, YA dan YA! Dalam permainan seperti ini, di mana tujuannya adalah menaklukkan target yang kuat, ada juga cara untuk melawannya dengan metode selain menggunakan kekuatan, seperti memanfaatkan kecerdasan atau akal! Misalnya, jika lawannya adalah Avatar Taurus, alias Minotaur, maka seharusnya sangat mungkin untuk mengalahkannya dengan cara yang sama seperti yang terjadi dalam legendanya!”
*Usaaaa!* Telinga kelinci Kuro Usagi menari-nari dengan gembira.
Meskipun Homura sangat gelisah, dia harus mengakui bahwa itu sebenarnya informasi yang sangat membantu yang mungkin persis seperti yang mereka butuhkan untuk membalikkan situasi tanpa harapan ini. Dengan menggunakan informasi itu sebagai pegangan, dia menyilangkan tangannya di dada dan mulai berpikir.
“Akan sangat bagus jika memang demikian adanya. Berdasarkan apa yang telah Kau ceritakan pada kami, binatang buas dan monster di Little Garden dapat mengambil bentuk makhluk dari berbagai mitos, jadi jika kita cukup banyak menggali tentang legenda Minotaur dan segala sesuatu yang mengelilinginya, maka kita mungkin dapat menemukan cara untuk mengalahkannya tanpa harus melawannya secara langsung, seperti yang Kau katakan!”
Berpegang teguh pada secercah cahaya yang baru ditemukan di tengah kegelapan itu, Homura mengangkat wajahnya dan menatap langsung ke mata Kuro Usagi.
“Kuro Usagi. Apa itu Otoritas Matahari? Apa itu semacam Berkah yang sangat kuat?”
“Ya, Kau mendapatkan jackpot, Tuan Homura! Bahkan di antara sekian banyak Berkah yang ada di Little Garden, Berkah dari Otoritas Matahari dapat dikatakan sebagai yang terbaik. Ada 24 secara total, dan selain menjadi salah satu senjata terkuat yang pernah ada di dunia ini, mereka juga merupakan media yang dibutuhkan untuk memanggil Binatang Surgawi!”
Kuro Usagi menjelaskan dengan telinga gemetar. Homura kemudian menyadari sesuatu setelah merenungkan masalah ini untuk beberapa saat.
“Undangan itu menyebutkan bahwa babak penyisihan untuk Gift Games ini melibatkan Taurus dari dua belas rasi bintang zodiak, kan?”
“Ya, itulah yang secara eksplisit dinyatakan dalam pesan tersebut.”
“Begitu ya. Jadi itu sebabnya Minotaur dikatakan sebagai Avatar Taurus untuk ini. Hmm, jika semua kejadian aneh di sekitarku disebabkan oleh Gift Games ini, maka kurasa semuanya mulai masuk akal sekarang.”
Dia terus menyuarakan pikirannya dengan lantang sambil tangannya masih bertumpu di dagu. Itu pertanda bahwa dia sedang menganalisis masalah tersebut dalam pikirannya dengan seluruh kapasitas otaknya, Tapi kali ini ekspresinya tidak tegang karena amarah dan keputusasaan seperti sebelumnya. Mengumpulkan semua kejadian aneh yang melibatkannya sejak kemarin dan menerapkan aturan sebab akibat padanya, dia dengan cepat mengurutkannya menjadi rangkaian peristiwa yang terhubung secara logis.
“Kemunculan topan yang tiba-tiba… kerusakan yang ditimbulkan pada hewan dan tumbuhan… jika mengikuti logika itu, kelaparan akan menjadi hal berikutnya yang akan terjadi, ya? Tapi Aku sudah mengembangkan penanggulangan terhadap itu, jadi Kurasa kita bisa berhenti mengkhawatirkan hal itu untuk saat ini, karena Nanomachine yang ditujukan untuk penggunaan medis telah melewati uji klinis kedua, yang berarti mereka seharusnya dapat mulai mendistribusikannya secara massal dalam beberapa hari. Jadi sekarang, pertanyaan terbesar yang belum terjawab adalah di mana topan itu sekarang dan apa yang terjadi pada Minotaur…”
Sambil mengetuk meja secara berirama dengan jarinya untuk menjaga konsentrasinya, Homura mengumumkan kesimpulan-kesimpulannya. Ia berkeringat dan bernapas terengah-engah, Tapi meskipun demikian, Homura tetap tersenyum percaya diri sepanjang waktu.
“Yoshaaa! Suzuka, Ayato! Aku tahu ini mungkin terdengar gila, tapi kita mungkin punya kesempatan untuk memenangkan ini!”
“Benarkah?!”
“Benarkah begitu, Homura-senpai?!”
“Ya. Ini terjadi sepenuhnya secara tidak sengaja, Tapi Aku membawa kartu truf yang akan memungkinkan kita untuk menang di sini bersamaku.”
Meskipun Homura berkomentar demikian, Suzuka tampak seperti tidak mengerti apa yang dibicarakannya. Ayato, di sisi lain, memasang wajah khawatir ketika bertanya:
“Senpai, jangan bilang… kau ingin menggunakan Asal Usul yang tersisa?”
“Meskipun aku tidak ingin melakukannya, kita tidak punya pilihan lain jika ingin berhasil. Kemajuannya masih sangat kecil, hanya 10%, Tapi untungnya kita masih memiliki beberapa persediaan, jadi seharusnya tidak masalah selama kita hanya menggunakan satu saja. Tapi itu masih menyisakan masalah bagaimana kita akan kembali ke dunia kita…. Ada ide bagaimana mengatasi itu, Kuro Usagi?”
Homura menoleh ke arah pemandu mereka dan bertanya. Menanggapi tatapan tegasnya, dia mengambil keputusan dan berkata:
“Setelah mendengar ceritamu, izinkan aku membantumu sebisa mungkin! Pada akhirnya mungkin tidak banyak, tapi jika kau begitu bertekad untuk melanjutkannya, maka ini adalah hal terkecil yang bisa kulakukan, Ya! Kuro Usagi ini akan membantumu!”
“Jadi, memang ada sesuatu yang bisa kita lakukan?!”
“Seperti yang kubilang, mungkin ini tidak seberapa, tapi untuk saat ini hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah bertemu dengan orang yang bertanggung jawab memanggilmu ke sini… Ratu Halloween!”
Volume 1 Chapter 5 Part 5
Baik Homura maupun Suzuka memiringkan kepala mereka dengan heran mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Kuro Usagi.
“Ratu Halloween… sekarang setelah kau sebutkan, itu memang Email orang yang mengirimiku surat itu. Jadi maksudmu dialah yang bertanggung jawab membawa kita ke sini?”
“Ya! Dia bukanlah tipe orang yang mudah bergaul karena dia tidak terlalu sering tampil di depan umum, Tapi dia dikenal luas dan dihormati sebagai Ratu Berambut Emas dari Perbatasan Dunia.”
“Ratu Batas Dunia?”
“Ya, memang begitulah sebutannya, meskipun akan lebih tepat jika kita menyebutnya sebagai personifikasi dari Festival Halloween yang didewakan. Begini, mungkin kita mulai dari sini agar lebih mudah bagimu. Katakan padaku, seberapa banyak yang Kau ketahui tentang Halloween dan asal-usulnya?”
“Tidak banyak, selain asumsi-asumsi umumnya.”
“Aku sama sekali tidak tahu.”
“Aku juga tidak.”
Ketiganya menggelengkan kepala serempak setelah saling bertukar pandangan sekilas.
“Baiklah, jadi kita harus mulai dari awal sekali.”
Kuro Usagi berdeham dengan *Ehem*, mengangkat satu jari ke udara, dan membusungkan dadanya dengan bangga.
“Ketika pertama kali muncul dalam catatan sejarah bangsa Celtic kuno di Eropa Barat, Halloween dikenal dan dirayakan sebagai festival yang menyembah matahari dan panen yang melimpah. Bagi bangsa Celtic kuno, pergerakan matahari dan sinarnya sepanjang tahun merupakan representasi dari siklus kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali, terutama menyembah matahari yang melemah yang bersinar antara akhir musim panas dan musim gugur sebagai entitas yang akan mati di musim dingin dan bangkit kembali di musim semi. Bangsa Celtic kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober adalah hari ketika batas Matahari, dan akibatnya seluruh dunia, berada pada titik terlemahnya, memungkinkan roh orang mati untuk kembali ke alam fana dari Tanah Bayangan. Namun, mereka tahu bahwa pada hari itu, roh leluhur mereka yang telah meninggal bukanlah satu-satunya yang akan mencoba kembali ke dunia orang hidup: makhluk pemakan manusia juga bercampur di antaranya, bersembunyi dan menunggu untuk memangsa jiwa orang hidup sekali lagi. Jadi, untuk mencegah mereka kembali ke alam lain, bangsa Celtic mulai mengenakan kostum yang meniru penampilan si iblis, berharap itu cukup untuk menahan mereka.”
“Uh-huh, jadi pada dasarnya mereka kemudian mendewakan konsep itu sendiri, yang secara efektif melahirkan Ratu Batas Dunia?”
“Ya! Dan sekarang tibalah bagian yang paling menarik: setelah didewakan, bahkan di antara semua Dewa, dewi, buddha, dan roh yang menghuni Little Garden, Ratu Halloween adalah satu-satunya yang pernah menyandang gelar Ratu. Jika ada seseorang yang tahu cara mengirimmu pulang, pastilah dia, tanpa keraguan sedikit pun! Dan tebak apa, hari ini adalah hari keberuntunganmu, karena kebetulan sekali, Kau akan berkesempatan bertemu Ratu Halloween sendiri di Underwood.”
“Benarkah?!”
Menanggapi suara Suzuka yang meninggi, telinga Kuro Usagi langsung tegak dan dia menjawab:
“Ya, benar! Ngomong-ngomong, air yang menjadi dasar Underwood terkenal di seluruh Little Garden karena kebersihannya, dan tampaknya sangat cocok dengan merek teh hitam favorit Ratu Halloween. Konon, ia sangat menyukai embun pagi Underwood, yang sangat langka sehingga Kau hanya dapat mengumpulkan beberapa tetes setiap hari, jadi sebulan sekali ia datang ke sini untuk mengumpulkannya.”
“Sebulan sekali, ya? Dan kau bilang waktu kunjungannya sudah dekat?”
“Memang itulah yang ku katakan. Kebetulan, dia akan tiba di Underwood besok malam, jadi jika semuanya berjalan lancar, Kau mungkin bisa bernegosiasi dengannya melaluiku.”
Mendengar usulan Kuro Usagi, wajah Suzuka dan Homura berseri-seri saat mereka berdiri dari tempat duduk.
“Baiklah, itu sudah diputuskan. Sekarang kita memiliki tujuan yang jelas, kita tidak bisa hanya duduk di sini sepanjang hari dan menunggu!”
“Benar kan? Kita harus melakukan sesuatu untuk mulai mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup kita!”
“Aku senang kau tampak begitu antusias, tapi bukankah kau melupakan sesuatu, Suzuka, Homura-senpai? Apa kau punya sesuatu yang bisa digunakan untuk membayar biaya partisipasi?”
Keduanya terdiam setelah kata-kata tenang Ayato membawa mereka kembali ke kenyataan, Tapi Kuro Usagi hanya tersenyum lembut dan mengangkat tangannya untuk menghibur mereka.
“Tolong jangan khawatir soal itu. Kalian berdua adalah keluarga Izayoi, salah satu dermawan terbesar kami. Karena itu, Kuro Usagi ini akan meningkatkan kemampuannya dan membayar semua biaya yang diperlukan dengan uangnya sendiri!”
“Ooooh! Kuro Usagi, kau sungguh luar biasa!”
“Malaikat sejati!”
“Kami akan menerima tawaran baik mu, Tapi kami pasti akan mengembalikan semuanya begitu kami mulai menghasilkan uang sendiri! Kurasa kami harus berlatih dengan Gift Games yang mudah dulu untuk membiasakan diri, Tapi yang mana yang harus kami pilih?”
“Kalau begitu, kita sebaiknya mencoba salah satu toko yang kita lewati tadi. Sepertinya itu tempat penyelenggaraan Gift Games, jadi…”
“BERHENTI DI SANA!!!!”
Pada saat itu, sebuah pilar air raksasa meletus dari sungai besar di samping mereka. Banyak orang yang lewat pasti mengira itu semacam pertunjukan jalanan, karena mereka berhenti untuk bertepuk tangan meriah sambil tersenyum. Namun, orang-orang yang tahu apa yang sebenarnya terjadi tidak dalam suasana hati yang gembira. Semburan air yang deras membuat mereka semua basah kuyup, dan semua makanan yang mereka pesan hanyut, hanya sekitar setengahnya yang dimakan, dan tidak pernah terlihat lagi.
“Ah…”
Melihat itu, Suzuka tampak sangat kesakitan. Saat ini, dia benar-benar terlihat seolah dunia akan berakhir. Tapi sosok yang muncul dari air itu mendarat di depan kelompok Homura dengan suara keras tanpa rasa takut sedikit pun.
“Aku telah mendengar setiap bagian dari percakapan kalian! Jadi bergembiralah, wahai manusia fana, karena Shirayuki-hime yang agung dan cantik memutuskan untuk mengawasi Gift Games pertama kalian! Sekarang bersyukurlah dan curahkan pujian padaku, Ohohohoho!”
Volume 1 Chapter 5 Part 6
“Mungkin karena dia hanya ingin terlihat keren di depan semua orang itu. Sungguh suka pamer.”
“Aku harus setuju dengan senpai di sini, karena aku tidak bisa memikirkan alasan lain mengapa dia melakukan sesuatu yang begitu berlebihan.”
“Sungguh mengerikan! Mengorbankan makanan yang masih bagus dan siap disantap demi alasan yang egois seperti itu sungguh kejam! Laporkan dia ke polisi kuliner!”
“Oh, bisakah kalian bertiga berhenti membuat keributan?! Aku tidak punya pilihan, oke?! Sebagai salah satu pemegang Kekuatan Ilahi, aku harus memperhatikan penampilanku dan menjaga perilaku yang pantas dan agung setiap saat, terutama saat bertemu seseorang untuk pertama kalinya agar aku bisa memberikan kesan pertama yang cukup memukau, karena itu penting di mana pun kau berada! Begitu juga dengan membangun hubungan berdasarkan hierarki yang tepat, bukankah kalian setuju….. *Grrr*… “
Berubah wujud dari ular putih raksasa menjadi wanita cantik berbalut kimono putih, Shirayuki-hime menatap Homura dengan tajam, lalu memperlihatkan taringnya dengan marah, menunjuk ke arahnya dengan jari yang penuh permusuhan.
“KAU! Ya, aku sedang berbicara padamu, jadi jangan terlihat begitu terkejut! Awalnya kukira kemiripanmu hanya kebetulan, tapi ternyata kau memang adik Master!”
“M-Master? Apa Kau berbicara tentang Iza-Nii? Karena jika ya, maka Suzuka secara teknis juga Adiknya, jadi aturan yang sama seharusnya berlaku untuknya.”
“Hah?”
Bingung, Shirayuki-hime memiringkan kepalanya ke samping.
“Nu? Nunu? Nununununu? Aku tidak bisa mengatakan aku melihatnya sejelas dalam kasusmu, Tapi jika kau mengatakan demikian maka itu pasti benar, Tapi itu tidak penting sekarang. Yang benar-benar penting adalah jika kalian benar-benar penduduk dunia yang sama dengan asal Master, itu berarti aku dapat menggunakan kalian bertiga sebagai perantara untuk membalas dendam atas semua penghinaan yang telah dia timpakan padaku!”
“““Terima kasih, tapi tidak! Aku menolak!!!”““
“Ughhhh, oke, itu sudah jelas! Kalian bertiga benar-benar kerabat si bodoh kasar itu! Untungnya aku sudah memperkirakan hal seperti itu mungkin terjadi, jadi aku sudah siap!”
Shirayuki-hime tampak seperti telah sepenuhnya bertekad untuk mewujudkan ide absurdnya itu, menoleh ke arah Kuro Usagi sambil menatapnya dengan tajam dan masih terengah-engah karena ketegangan yang menumpuk.
“Yang Terhormat Kuro Usagi, seperti yang ku katakan, Aku mendengar semua yang Kau bicarakan, jadi Aku mengerti bahwa anak-anak manusia itu berada dalam situasi yang cukup tidak menyenangkan dan Kau ingin membantu mereka dengan segala cara yang mungkin, Tapi tidak peduli apa mereka keluargamu atau teman mu, memberi mereka uang secara cuma-cuma terlalu berlebihan, bukan begitu? Tidak peduli bagaimana Kau melihatnya atau bagaimana mereka mungkin mengklaim sebaliknya, Tapi mereka masih anak-anak usia remaja, jadi menunjukkan pada mereka bahwa mereka dapat memperoleh sesuatu yang mereka inginkan hanya karena mereka memiliki koneksi yang tepat akan menjadi bencana bagi pendidikan mereka. Adalah tugas kita sebagai orang tua mereka untuk menunjukkan pada mereka nilai yang tepat dari memperoleh hal-hal yang diinginkan dengan kerja keras sendiri.”
“Y-Ya, Kau benar sekali! Astaga, itu argumen yang sangat masuk akal dan logis sampai-sampai aku kehabisan kata-kata!”
“Aku tidak tahu soal itu. Kalau kau tanya aku, aku sama sekali tidak percaya apa yang dia katakan. Maksudku, kita adalah tamu pertama kali di sini, jadi seharusnya wajar jika kita mungkin bingung tentang beberapa hal atau tidak tahu bagaimana harus bersikap, namun kalau aku ingat dengan benar, kaulah yang menyebabkan banyak ketidaknyamanan bagi kami karena hal sepele seperti jatuh terbentur kepala, kan?”
Homura membalas argumennya yang masuk akal dengan balasan yang bahkan lebih masuk akal, Tapi seperti yang mungkin Kau duga, Shirayuki-hime memutuskan untuk mengabaikannya.
“Jadi, untuk menebus kesalahan, bukankah akan lebih adil jika Kau mengundang kami secara pribadi ke Gift Game agar kami bisa mendapatkan pengalaman langsung, kan, Shirayuki-hime?”
“Heh, jika memang itu yang benar-benar kau inginkan, baiklah, mungkin aku akan ikut bermain-main denganmu.”
Shirayuki-hime hanya menatapnya dengan mata menyipit dan memberinya senyum percaya diri sambil memperlihatkan taringnya yang tajam. Melihat itu, Kuro Usagi menjadi sedikit lebih gugup, memainkan ibu jarinya dan menggumamkan omong kosong seperti, “Apa hanya aku yang merasa, ataukah Shirayukihime-Sama semakin mirip dengan seseorang yang demi keselamatan kita, namanya tidak akan disebutkan sampai hari ini?”
Homura dan Suzuka saling bertukar pandang. Jawaban mereka sebagian besar sudah diputuskan, Tapi masih ada satu hal yang harus mereka pastikan.
“Memang benar bahwa kami perlu mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin di Gift Games jika kami ingin serius mempertimbangkan untuk menghadapi tantangan yang lebih sulit di masa depan, Tapi… bisakah kami benar-benar mempercayaimu untuk bersikap adil?”
“Dan apa kami akan mendapatkan hadiah jika kami berhasil menang?”
“Tentu saja. Jika Kau berhasil memenangkan permainan yang akan ku persiapkan untukmu, lalu Kau bisa mendapatkan salah satu Berkah cadanganku, aku jamin, umu umu.”
Shirayuki-hime mengangguk, tampak puas dengan dirinya sendiri. Jika dia tampak sangat menikmati ini, kurasa tidak ada alasan untuk meragukan kata-katanya untuk saat ini, Homura setuju. Setelah melirik Suzuka sekali lagi, keduanya saling mengangguk setuju, senang karena telah mencapai kesepakatan. Satu-satunya yang masih sedikit curiga di sini adalah Kuro Usagi, Tapi karena dia jelas-jelas minoritas di sini, dia tidak punya pilihan selain menghela napas panjang dan menyetujui seluruh upaya ini tanpa mengucapkan sepatah kata pun protes.
“Oke, oke, baiklah. Jika kalian semua sangat bertekad untuk melakukan ini, maka Aku akan bertindak sebagai juri untuk permainan kalian.”
“Juri?! Kau bisa melakukan hal seperti itu?!”
“Fufufu, tentu saja aku bisa! Meskipun mungkin aku tidak terlihat seperti itu, aku adalah bagian dari… Little Garden Nobility, salah satu dari sedikit orang terpilih yang dianugerahi Berkah Judge Master. Jadi, selama para peserta Gift Games berada dalam jangkauan pendengaran telingaku yang luar biasa, tidak seorang pun akan bisa lolos begitu saja setelah berbohong atau berbuat curang, YA!”
*Usaaa!* Telinga kelincinya tegak seolah bangga karena dipuji begitu banyak. Itu adalah kabar baik bagi mereka, karena benar-benar menyelesaikan masalah lawan mereka yang mencoba melakukan kecurangan hanya untuk mengamankan kemenangan bagi diri mereka sendiri. Dengan seringai puas, Shirayuki-hime melompat kembali ke air dengan salto belakang yang menakjubkan, dan muncul kembali dari bawah permukaannya sebagai wujud ular raksasanya sekali lagi.
“Sekarang semuanya sudah beres, ayo naik. Aku akan mengantarmu ke tempat kita akan bermain.”
“Di atasnya!”
“Agar kita sama-sama paham, menyelam ke bawah air itu benar-benar dilarang, oke?”
Berbeda dengan Suzuka yang tampak sangat antusias dengan prospek menumpang di atas ular raksasa, Homura masih agak curiga, Tapi akhirnya memutuskan bahwa akan lebih baik jika dia bisa menikmati perjalanan yang akan datang semaksimal mungkin. Berdiri dari tempat duduknya, Kuro Usagi melirik ke samping ke arah satu-satunya orang yang tetap tenang di tengah semua yang terjadi tanpa membiarkan emosinya menguasai dirinya: Kudou Ayato.
“Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita juga segera berangkat sebelum Shirayukihime-Sama meninggalkan kita. Oh, dan ngomong-ngomong, Nona Kudou?”
“Ada apa, Kuro Usagi?”
“Aku sudah memikirkannya sejak lama, tapi… bukankah kita pernah bertemu di suatu tempat sebelumnya?”
“… Tidak, Aku yakin ini pertemuan pertama kita.”
Ia menjawab dengan suara tenang dan tanpa emosi, Tapi hanya sesaat Kuro Usagi yakin melihat sudut bibirnya terangkat membentuk senyum kesepian. Sambil tersenyum sendiri, ia memutuskan untuk tidak membahas masalah itu lebih lanjut untuk saat ini.
“Lupakan saja kalau begitu. Nah, sekarang mari kita lihat permainan seperti apa yang telah disiapkan Shirayukihime-Sama untukmu!”
Dan dia melangkah maju, kemejanya berkibar tertiup angin sepoi-sepoi, menandai awal penjelajahan mereka di Underwood.
Volume 1 Chapter 5 Part 7
Area Panggung Underwood, Padang Rumput Hippocampus adalah medan yang indah yang dipenuhi dengan ladang air tempat tetesan air – berkilauan seperti berlian di bawah sinar matahari – jatuh dari dedaunan dan ranting Pohon Besar. Hewan ternak dibiarkan berkeliaran bebas, karena bahkan ketika tidak ada yang mengawasi mereka, tidak satu pun dari mereka yang tampaknya berpikir untuk melarikan diri. Perilaku seperti itu dapat diharapkan dari hewan yang sepenuhnya jinak seperti sapi atau babi karena mereka tidak bisa berenang, Tapi bahkan yang mampu berenang, seperti domba atau kambing, tampaknya tidak terlalu ingin mencobanya, karena terlalu fokus merawat anak-anak mereka dan mencegah mereka masuk ke bagian air yang lebih dalam.
Mengamati pemandangan damai yang melintas di depan mereka, Homura, Suzuka, dan Ayato memfokuskan pandangan mereka pada apa yang ada tepat di depan Shirayuki-hime. Melihat sesuatu yang menurutnya cukup aneh, Suzuka menoleh ke dua temannya dan berkata:
“H-Homura, A-Aya, L-Lihat! Kereta kuda di sana… sial, kereta itu berjalan di atas air! Kalian juga melihatnya, kan? Aku bukan satu-satunya yang melihat ini, kan?!”
Dia meraih bahu Homura dan menunjuk ke arah kereta yang agak jauh dari mereka sambil mengguncangnya ke depan dan ke belakang. Sejujurnya, daripada kereta, itu lebih mirip gerobak atau kapal kecil, Tapi deskripsi Suzuka lainnya secara umum benar: itu benar-benar tampak seperti meluncur di permukaan air. Namun, hal yang paling aneh tentangnya adalah kenyataan bahwa untuk terus meluncur ke depan, ia tidak membutuhkan layar yang didorong angin atau tukang perahu dengan dayung panjang untuk mendayungnya perlahan. Sebaliknya, ia ditarik oleh makhluk hibrida setengah kuda setengah ikan yang sangat besar dengan sirip yang menempel di sisi kukunya, seekor Hippocampus, roh kuda laut iblis yang ramah.
“Uwaaah!!!”
“Ohh…!”
“Jadi, Bro, bagaimana menurutmu soal ini? Menurutku ini cukup menakjubkan, mengingat bahkan lambungnya saja terlihat cukup bagus, dan kalau aku bilang begitu pasti ada artinya, kan?”
“Hmm, secara keseluruhan, menurutku ini tidak terlalu buruk.”
“Hei, jangan beri aku jawaban setengah hati! Ayolah Bro, katakan apa yang sebenarnya Kau pikirkan! Berikan analisis terperinci seperti yang selalu Kau lakukan!”
Suzuka berkata sambil menepuk punggung Homura dengan senyum lebar di wajahnya.
Sambil terkikik dan menutup mulutnya dengan tangan, Kuro Usagi menoleh ke arah Ayato.
“Tuan Homura memang orang yang keras kepala, ya?”
“Biasanya dia jauh lebih jujur dengan perasaannya, Tapi dia cenderung bersikap tertutup seperti ini ketika dia tidak ingin orang lain melihat sisi kekanak-kanakannya.”
“Hoho? Jadi, yang kau maksud adalah dia orang yang kekanak-kanakan dan hanya bersikap dewasa di depan orang lain untuk menyembunyikannya? Jika memang begitu, fufufu, maka dia benar-benar sangat mirip dengan Izayoi.”
“Hei, ada kabar penting buat Junior kesayanganku dan loli kelinci imut di sana: Aku bisa mendengar kalian!”
Dalam sekejap mata, Homura mengubah ekspresinya dan langsung menjadi cemberut sambil mengerutkan alisnya dan menyembunyikan tangannya di dalam saku. Ayato dan Kuro Usagi hanya mengabaikan cemberutnya dengan tawa kecil, sementara Suzuka tersenyum kecut ke arahnya.
“Tenang, tenang, beri dia sedikit kelonggaran, ok? Terlepas dari kenakalannya sesekali, dia adalah anak tertua di seluruh panti asuhan, jadi dia menjadi seperti itu karena bertindak sebagai panutan bagi anak-anak lainnya.”
“Panti asuhan? Eh? Ehhh?!!! Tapi kukira Tuan Homura dan Izayoi bersaudara, jadi kenapa…”
“Oh, mereka bukan saudara kandung. Hanya saja mereka tinggal di panti asuhan yang sama.”
“Eh? T-Tapi… Apaaaa….?!!!”
Kuro Usagi menatap Homura, Suzuka, dan Ayato bergantian, telinganya bergerak-gerak sendiri. Ia sangat ingin mengutarakan pendapatnya lebih lanjut tentang masalah ini, Tapi saat itu perjalanan mereka telah berakhir karena mereka tampaknya telah sampai di tujuan.
“Kita akan berhenti di sini untuk sementara waktu.”
Sambil berkata demikian, Shirayuki-hime menundukkan kepalanya ke arah salah satu daratan. Ketika semua penumpangnya meninggalkannya dan sampai di daratan, dia menyelam kembali ke dalam air, dan melompat keluar lagi dalam wujud manusianya yang cantik.
“Nah, seperti yang mungkin kalian semua lihat, ini adalah area pemberian pakan ternak, dan di sinilah kita akan melakukan Gift Games kita. Kalian semua melihat Hippocampus di perjalanan ke sini, kan?”
“Yang baru saja kita lewati, yang menarik kereta-gerobak-kapal itu? Benar saja, kita melihatnya.”
“Ah, ya, kami memang melewatinya. Itu sangat kecil sehingga Aku hampir tidak melihatnya. Ah, ya sudahlah, mungkin itu salah satu kekurangan memiliki tubuh besar. Ngomong-ngomong, permainan yang ku maksud adalah permainan menaiki gerobak air. Bagaimana menurutmu? Ada yang keberatan?”
““Oooooh!!!”“
Homura dan Suzuka meninggikan suara mereka karena kagum. Mereka bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan bahwa dia akan mengatur permainan yang begitu menarik. Mereka hanya berasumsi bahwa mereka hanya perlu melawannya. Ayato adalah satu-satunya yang tetap tenang sepanjang waktu, Tapi saat ini, bahkan ekspresi tenangnya berubah menjadi senyum tipis.
“Tidak, kami sama sekali tidak keberatan. Jadi bagaimana, kita akan melakukan balap air atau sesuatu yang serupa?”
“Tidak, kita tidak memiliki cukup peserta untuk mengadakan perlombaan penuh saat ini. Sebagai gantinya, kita akan mengadakan semacam kompetisi kecil khusus yang dikenal sebagai Penunggang Hippocampus. Ini adalah jenis perlombaan yang secara berkala diadakan di padang berair ini, dan seharusnya menjadi tantangan yang cukup sederhana untuk memperkenalkan para pemula seperti kalian ke dunia Gift Games.”
“Ya, benar! Gift Games ini pertama kali diperkenalkan 3 tahun lalu dan sejak itu menjadi sangat populer sehingga menjadi permainan pokok di wilayah ini yang diadakan secara berkala. Kurasa kau bisa menyebutnya sebagai salah satu festival Underwood lainnya. Terkadang aku bahkan diundang sebagai juri kehormatan!”
“Oh benarkah? Apa akan ada satu dalam waktu dekat, atau…?”
“Jangan khawatir, tidak akan. Acara ini diadakan sebulan sekali dan kebetulan yang terakhir diadakan 3 hari yang lalu, jadi masih ada banyak waktu sebelum acara berikutnya.”
Shirayuki-hime menjelaskan, membuat Suzuka dan Ayato merasa sedikit kecewa, dan mereka menundukkan kepala dengan sedih. Karena dia tidak begitu pandai membaca emosi orang lain, dia gagal menyadari betapa besar kesalahan yang baru saja dia buat, Tapi Kuro Usagi bergegas menyelamatkan keadaan, menindaklanjuti pernyataan Shirayuki-hime.
“T-Tapi kita akan memainkan permainan serupa sekarang, jadi tidak perlu merasa sedih, oke? Jadi ayo, angkat kepala kalian dan bergembiralah!”
“Umu, Yang Terhormat Kuro Usagi benar, kau tahu? Satu-satunya perbedaan antara permainan kita dan permainan yang diadakan selama festival adalah, alih-alih balapan biasa, aku berpikir untuk membuatnya menjadi lintasan rintangan melalui jalur air pusat kota Underwood.”
“Wah, ini perlahan-lahan berubah menjadi sesuatu yang cukup besar, ya? Apa benar-benar boleh menggunakan ruang publik untuk kegiatan pribadi seperti itu?”
“Jangan khawatir. Untungnya bagimu, aku adalah elemen penting untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran Kota Air Underwood. Jadi, pengaruhku memungkinkanku untuk memiliki sedikit kelonggaran dalam hal-hal seperti ini, jadi meskipun kita akhirnya menimbulkan masalah atau, katakanlah, menghancurkan satu atau sepuluh barang, tidak ada yang akan marah pada kita selama Aku memperbaikinya setelahnya. Nah, sebelum kita mulai, Aku ingin kalian semua membaca ini dengan saksama.”
Shirayuki-hime bertepuk tangan, membuat selembar kertas muncul entah dari mana.
Volume 1 Chapter 5 Part 8
Gift Games – Penunggang Air Hippocamp
- Syarat berpartisipasi: Menerima undangan dari Penyelenggara Permainan.
- Syarat Kemenangan: Selesaikan satu putaran lomba halang rintangan di sekitar Pohon Besar Underwood lebih cepat daripada Host Permainan, Shirayuki-hime.
Ringkasan Peraturan:
Aturan #1: Sebelum permainan dimulai, semua peserta diperbolehkan melihat peta wilayah Underwood untuk memilih rute yang mereka inginkan.
Aturan #2: Host permainan memiliki kebebasan untuk mengubah rute yang ingin dia tempuh, dengan batasan tambahan yaitu berhenti setiap kali dia mengangkat kepalanya ke permukaan air.
Aturan #3: Jika sewaktu-waktu selama Permainan para Pemain terbalik dan jatuh ke dalam air, mereka diperbolehkan untuk melanjutkan perlombaan dari tempat jatuh tersebut dengan syarat mereka dapat melakukannya segera tanpa penundaan.
Aturan #4: Semua pemain yang berpartisipasi diperbolehkan untuk mengganggu pemain lain dalam interval waktu yang telah ditentukan.
Hadiah Kemenangan Pemain: Hak untuk mendapatkan 1 Kartu Berkah dari Penyelenggara Permainan dan jaminan untuk menerima kebutuhan sehari-hari apa pun yang dibutuhkan Pemain.
Hadiah Kemenangan Host: Menerima permintaan maaf dari Sakamaki Izayoi atas semua penghinaan yang telah ia timpakan pada Host hingga saat ini.
Sumpah: Dengan menyetujui dan menghormati semua aturan yang tercantum di atas, kami bersumpah demi kemuliaan Komunitas kami dan Benderanya untuk menyelenggarakan Gift Games ini.
Ditandatangani
『Tanpa Nama』Shirayuki-hime
Setelah membaca dengan saksama kertas yang diberikan oleh Shirayuki-hime, mereka bertiga menatap Kuro Usagi dan bertanya:
“““Itu aturannya?”““
“Ya! Yang Kau lihat di hadapanmu sekarang adalah Gulungan Geass, dokumen resmi yang selalu memuat Aturan Gift Games Little Garden. Jika Kau menyetujui aturan dan ketentuan yang tercantum di dalamnya, maka yang perlu Kau lakukan sekarang hanyalah menyampaikan kesiapanmu untuk mengikuti Permainan pada Hostnya!”
“Hmm…”
Alih-alih langsung menyetujui peraturan tersebut, Homura memutuskan untuk memikirkannya sejenak. Ada banyak hal yang ingin dia tanyakan, Tapi ada satu peraturan tertentu yang membutuhkan klarifikasi yang tepat sebelum peraturan lainnya.
“Aku ingin memastikan satu hal terkait Aturan #4: Mengganggu Pemain Lain dalam Interval Tetap. Ketika dikatakan “interval”, apa yang dimaksud adalah jarak, atau mungkin tentang waktu?”
“Dalam kasus khusus ini, ini berkaitan dengan durasi waktu. Artinya, begitu Kau mulai mengganggu lawan, Kau harus menunggu dalam jangka waktu tertentu sebelum dapat melakukannya lagi. Selain itu, hanya Host yang mengetahui secara pasti berapa lama Kau harus menunggu.”
“Dengan kata lain, kita harus tetap bertahan, dan ketika dia menyerang kita duluan, itu isyarat bagi kita untuk menyerang balik juga? Apa waktu yang kita miliki untuk melakukan itu juga terbatas?”
“Tidak, bukan begitu. Jika memang begitu, itu akan sangat merugikan Host, bukan begitu?”
“Eeeh? Meskipun begitu, bukankah menurutmu agak tidak adil bahwa hanya dialah yang tahu berapa lama waktu yang harus berlalu sebelum satu serangan dan serangan berikutnya?”
“Pikirkan baik-baik, Suzuka. Host ikut serta dalam permainan ini tanpa imbalan yang memadai, dan menawarkan kita hadiah berharga jika kita berhasil menang. Memberikan informasi penting padanya dan hanya padanya mungkin tampak tidak adil pada pandangan pertama, Tapi menurutku aturan Gift Games ini masih sangat menguntungkan kita.”
Ayato menegur Suzuka karena bersikap kasar terhadap Shirayuki-hime dengan sindirannya. Tapi itu juga menjadi hal lain yang dipikirkan Homura. Bahkan jika mereka mempertimbangkan bahwa ini akan menjadi Gift Game pertama mereka, hadiah yang ditawarkan jika mereka berhasil menang tampaknya terlalu besar dibandingkan dengan kesulitan permainan dan potensi risiko yang menyertainya. Apa Host ini memiliki motif tersembunyi saat merancang permainan seperti itu? Itulah yang sama sekali tidak dia pertimbangkan.
“Aku juga ingin bertanya pada Host tentang satu hal. Mengenai Hadiah Kemenangan Host: Menerima permintaan maaf dari Sakamaki Izayoi atas semua penghinaan yang telah ia timpakan pada Host hingga saat ini. Apa sebenarnya yang telah ia lakukan padamu sehingga kau begitu bertekad untuk membuatnya meminta maaf padamu?”
“Jika aku mendaftarkan semua pelanggaran yang dia lakukan terhadapku, kita akan berada di sini sampai saat di mana siang hari akan menjadi gelap gulita seperti malam yang paling gelap dan air bersih Underwood akan berubah merah karena amarah dan kekesalanku terhadap si berandal berotak dangkal itu!!!”
“Ah… baiklah kalau begitu. Maaf kalau sudah membangkitkan kenangan menyakitkan itu?”
“Uhm, A-Aku juga minta maaf?”
Entah mengapa, keduanya menjadi sangat meminta maaf padanya. Mereka tahu betul bagaimana rasanya terjebak dalam intrik Izayoi, Tapi tampaknya sejak dia datang ke Little Garden, dia telah menjebak lebih banyak orang ke dalam tipu dayanya, yang juga tampaknya jauh lebih berbahaya bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.
“*Ehem!* Sepertinya kita sudah terlalu jauh menyimpang dari topik, jadi mari kita mulai saja permainannya, ok? Silakan gunakan gerobak air mana pun yang Kau anggap cocok. Nah, akan lebih baik jika ada Hippocampus yang bersedia menariknya Untukmu di dekat sini, tapi…”
Shirayuki-hime berkata sambil melihat sekeliling. Tepat saat itu, mereka semua melihat salah satu Hippocamp mendekati lokasi mereka dengan kecepatan tinggi. Ketika tiba, ia menjulurkan kepalanya ke atas air, tepat di celah antara tempat Suzuka dan Ayato berdiri.
“Wah!”
“Kau…!”
Suzuka sangat terkejut dengan kemunculan tiba-tiba makhluk itu sehingga ia jatuh terduduk, Tapi Ayato dengan tenang berdiri di tempatnya, mengamati makhluk itu dengan mata penuh rasa ingin tahu. Ia berpikir bahwa bahkan di antara Hippocamp lainnya, yang ada di depannya sangat indah. Tungkainya yang berwarna biru tampak terlatih dengan baik, dan siripnya yang hijau dan semi-transparan bersinar terang ketika matahari menyinari air yang menetes di seluruh tubuhnya. Melihat sirip punggung Hippocamp, kilaunya cukup untuk membuat Suzuka menyipitkan matanya. Tanpa disadarinya sendiri, ia mendesah kagum pada tubuhnya yang megah yang tampak seperti dipahat dari marmer terbaik.
“S-Sangat indah…”
“Benar kan? Aku benar-benar amatir dalam hal menilai estetika hewan, Tapi bahkan seorang amatir sepertiku pun dapat dengan jelas melihat bahwa yang satu ini jauh lebih unggul daripada yang lain.”
“Umu umu. Yang kau lihat di hadapanmu ini bernama Hyutos, dan dia adalah raja dari kawanan Hippocamp. Selama kampanye 3 tahun lalu, dia bahkan bertugas sebagai Ksatria Ratu.”
“Ksatria Ratu? Dengan “Ratu”, yang Kau maksu … Ratu Halloween?”
“Ya! Dia adalah seorang Ksatria pemberani yang telah membantu kami lebih dari sekali. 3 tahun lalu, dia juga menjadi pesaing Izayoi dan yang lainnya pada pertandingan pertama ”Penunggang Air Hippocamp!”
“*Hihin!!!*”
Hyutos si Hippocamp menjawab dengan ringkikan bangga.
“Sudah lama kita tidak bertemu, Hyutos. Aku senang melihatmu baik-baik saja seperti biasanya.”
Sambil menggaruk bagian bawah lehernya, Ayato bergumam dengan suara yang hanya bisa didengar olehnya.
“*Hiiiiin!*”
Hippocampus menjawab, tampak cukup senang.
Setelah memberikan anggukan puas, Shirayuki-hime menyerahkan Gulungan Geass dan peta seluruh Underwood pada mereka.
“Dengan demikian, persiapan telah selesai, jadi bagaimana kalau kita mulai Gift Games besok tepat pukul 12 siang?”
“Itu lebih dari cukup waktu, jadi tidak masalah bagi kami. Oh, tapi ada satu hal lagi yang ingin ku tanyakan.”
Homura berkata sambil memandang beberapa gerobak air di sekitarnya, lalu menatap Hyuto dengan seringai lebar di wajahnya.
“Truk pengangkut air yang seharusnya kita gunakan… bisakah Aku mendesainnya sendiri?”
“Hou hou? Begitu percaya diri dengan kemampuanmu, ya?”
“Lebih tepatnya, itu adalah salah satu keunggulanku. Tentu saja, jika Aku tidak punya waktu untuk melakukannya, maka Aku akan menyesuaikan diri dengan baik.”
“Ya, tentu saja Kau bisa melakukannya! Yang perlu dilakukan Tuan Homura hanyalah mendesain cetak birunya, dan kami akan meminta Roh Pohon untuk merakitnya dalam waktu singkat!”
“Wow, Kau benar-benar bisa melakukan itu?”
“Ya! Dan Kau bisa yakin bahwa mereka akan memberikan hasil dengan kualitas terbaik tanpa keraguan sedikit pun.”
“Baiklah kalau begitu, kalau kau bilang begitu.”
Homura dengan senang hati menyatakan persetujuannya. Melihatnya tampak lebih bahagia dan lebih bersemangat dari sebelumnya, baik Suzuka maupun Ayato berusaha sekuat tenaga untuk menahan seringai di wajah mereka.
[i] Kumpulan cerita rakyat Jepang yang ditulis sepanjang periode Heian, berjumlah 31 volume
