Shinwa Densetsu no Eiyuu no Isekaitan LN - Volume 9 Chapter 0





Prolog
Langit cerah tanpa awan dan udara lembap, tanpa tanda-tanda hujan. Pada malam biasa, bintang-bintang akan bersinar. Pada malam biasa, dunia akan sunyi. Namun ini bukanlah malam biasa. Kepulan asap membubung tinggi menutupi bintang-bintang. Di bawah langit yang suram, tanah terbakar merah oleh api yang tak kenal ampun.
Jeritan dan tangisan menusuk malam, berteriak dalam amarah dan kesedihan, memohon keselamatan. Bau darah membubung ke langit di tengah badai dentingan baja. Gelombang kebencian yang tak terbendung menerjang jalanan, merenggut nyawa orang tak bersalah di jalannya. Itu brutal. Perbuatan iblis. Tapi itu adalah kenyataan, dan kenyataan tidak bisa disangkal.
“Harapan hanya datang kepada mereka yang mengenal keputusasaan,” gumam bocah bertopeng itu sambil menyaksikan kota itu terbakar.
Suaranya datar, terlalu tenang untuk pemandangan mengerikan di hadapannya. Kata-katanya tanpa intonasi. Tidak ada emosi di dalamnya. Efek yang ditimbulkan oleh topeng yang menutupi ekspresinya, mungkin—atau mungkin tidak.
“Benci aku sesukamu. Aku tidak akan meminta maaf kepadamu.”
Tangan kanannya terangkat menyentuh topengnya saat ia mengabadikan pemandangan itu dalam ingatannya. Angin malam membuat jubahnya berkibar meskipun ia melepaskan udara yang dikenakannya.
“Akhirnya, kebuntuan ini akan berakhir.”
Teriakan minta tolong terdengar di telinganya. Dia mengangkat tangan, berpikir sejenak untuk menjawabnya—lalu menurunkannya kembali.
“Tidak. Aku tidak akan berpura-pura menjadi penyelamat.”
Mengesampingkan setiap secercah rasa belas kasihan yang tersisa, dia berbalik dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.
“Mari kita berperang!”
