Shinwa Densetsu no Eiyuu no Isekaitan LN - Volume 5 Chapter 0





Prolog
Mayat-mayat bertebaran di lantai dalam jumlah yang sangat banyak—beberapa disayat, yang lain dibakar, dan yang lainnya lagi dipotong-potong. Semuanya begitu brutal sehingga mustahil untuk tetap hidup. Darah mengalir deras tanpa henti, seperti semburan mayat yang begitu besar hingga mampu mewarnai dunia dengan warna merah.
Dengan suara dentuman yang sumbang, langit-langit runtuh, mengubur lautan warna merah tua di bawah tumpukan debu abu. Dulunya merupakan tempat kemegahan dan puncak kejayaan, ruang singgasana kini ambruk. Di bawah asap yang menyengat dan bau busuk yang membusuk tersembunyi bau kematian yang lebih dalam.
Di jantung pemandangan neraka itu, seorang wanita terbaring di bawah tumpukan puing. Rambutnya yang dulunya berwarna pirus berkilau kini kusam karena debu dan kusut merah, dan darah menetes dari sudut mulutnya. Tak dapat dipastikan apakah dia hidup atau mati. Tak jauh dari situ, seorang gadis berambut merah tua duduk terkulai di dekat sebuah pilar. Luka-luka mengerikan yang menyilang di tubuhnya menunjukkan dahsyatnya pertempuran apa pun yang telah terjadi di sini, tetapi penyebabnya tetap bungkam.
Lebih jauh lagi, menuju singgasana kekaisaran dan tubuh tanpa kepala yang duduk di atasnya. Tubuh kaisar masih terbalut pakaian mewah berbenang emas milik penguasa kekaisaran. Kepalanya tergeletak di kaki pria yang dulunya dikenal sebagai pangeran pertama.
“Berapa banyak lagi dari kalian yang kurang ajar harus kutahan?” Pria itu mengerutkan kening, tangannya menekan wajahnya. “Apakah kalian tidak menyadari bahwa kalian kalah kelas?”
Di hadapannya berdiri seorang anak laki-laki berambut hitam dan bermata hitam, wajahnya lembut, posturnya santai.
“Saatnya kau mati,” kata bocah itu, sambil menyeringai mengerikan.
