Shinwa Densetsu no Eiyuu no Isekaitan LN - Volume 13 Chapter 0







Prolog
Hamparan bunga terbentang di hadapannya—sebuah pemandangan yang indah, namun tak lebih dari itu. Tak ada angin yang menggerakkan kelopak bunga. Tak ada aroma yang tercium di udara. Surga ini adalah ranah mimpi, bukan kenyataan, gema samar dari masa depan yang diharapkan kekasihnya untuk dibangun.
“Tidak akan pernah terjadi, karena aku.”
Ia berlutut di tengah-tengah bunga. Kelopak bunga berputar-putar di sekelilingnya. Kelopak-kelopak itu menyentuh telapak tangannya saat melayang, namun sentuhan mereka tak memberinya penghiburan. Mereka tak mampu menyembuhkan luka di hatinya. Mereka tak mampu mengisi kekosongan di dalam dirinya.
“Katakan padaku…bagaimana aku bisa mendapatkan pengampunanmu?”
Dia telah melakukan apa yang menurutnya benar, hanya untuk menoleh ke belakang dan menemukan kengerian yang menghadang. Saat dia menyadari telah tersesat, sudah terlambat untuk menghentikan apa yang telah dia mulai. Perputaran zaman telah merenggutnya dan menariknya ke dalam arusnya. Tak seorang pun pernah mencemooh pilihannya, tak seorang pun pernah membenci apa yang telah dia lakukan, namun penerimaan mereka hanya memperburuk siksaannya. Setiap kata baik adalah belati di hatinya. Dia berjuang melawan arus, putus asa untuk menebus kesalahannya, hanya untuk melihat semakin banyak kejahatan menumpuk di kakinya. Dan demikianlah, ketika dia mendapati dirinya dipanggil kembali ke dunia ini, dia menyadari…
Akhirnya, dia memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan.
Melihat gadis berambut merah itu mengubah kecurigaannya menjadi kepastian. Dosa-dosanya terus menghantuinya hingga hari ini. Maka ia melampiaskan amarahnya pada dunia, sebuah luapan air mata dan tawa yang tak berujung.
Dia memohon dengan bodoh untuk mendapatkan pengampunannya.
Dia memohon seperti orang bodoh agar wanita itu mau tersenyum.
Ia berharap, seperti pahlawan yang sebenarnya bukan dirinya, agar wanita itu bisa menemukan kebahagiaan.
Dan yang paling sungguh-sungguh dari semuanya, dia berdoa agar surga yang telah hancur itu dapat dipulihkan.
“Semua akan menjadi satu.”
Dan untuk mewujudkannya, dia akan menodai dunia dengan kebohongan.
