Shinwa Densetsu no Eiyuu no Isekaitan LN - Volume 12 Chapter 6
Epilog
Di dunia yang diliputi kekacauan, di kedalaman neraka yang menyala-nyala, sekuntum bunga merah tua mekar dengan indah. Api melahap dunia yang telah berubah menjadi warna merah. Diterpa panas yang menyengat, Putri Merah Tua berdiri dengan tenang. Di belakangnya terbaring anak laki-laki yang harus ia lindungi; di depannya berdiri musuh yang ingin ia bunuh; di bibirnya terucap perasaan abadi di hatinya.
“Jangan lagi.”
Dia terlalu naif untuk menghentikannya dua tahun lalu. Dia hanya bisa menyaksikan saat pria itu menuju kehancurannya sendiri. Tepat ketika tampaknya dia hampir berhasil mengejarnya, pria itu menghilang, meninggalkannya meraba-raba tanpa arah dalam kegelapan. Banyak bulan telah berlalu sejak itu, tetapi sekarang…
“Aku tak akan kehilanganmu lagi.”
Ia telah berjuang sekuat tenaga, menempuh jalan yang diselimuti kegelapan, mengejar seseorang yang tak lagi bisa dilihatnya. Namun akhirnya, ia telah mencapai akhir. Ia bisa berdiri di sampingnya dan menatap matanya. Sekarang, ia akan mengungkapkan perasaannya dengan lebih tegas daripada yang pernah diragukannya. Ia akan memeluknya begitu erat sehingga ia tak punya pilihan selain mempercayainya.
Dia tidak perlu menangis lagi.
Dia tidak perlu menderita lagi.
Dia tidak perlu sendirian lagi.
Dia ada di sini untuknya sekarang. Dan di sini dia akan tetap tinggal, bangga melindungi orang yang dia sayangi.
“Tinggalkan dia.”
Putri Keenam Celia Estrella Elizabeth von Grantz mengarahkan pedang semerah rambutnya ke arah Demiurgos. Ia tampak seperti kaisar pertama yang terlahir kembali.
“Sekarang hadapi aku.”

