Summary
Gary Smith tiba di dunia unik para pengendali makhluk buas, tempat sebuah tabu kuno bangkit kembali dari masa lampau yang kelam dan sesosok dewa jahat sedang mengintai.
Di dunia ini, segala sesuatu—mulai dari burung dan binatang buas, sungai dan gunung, hingga elemen alam—dapat memancarkan kekuatan spiritual dan berubah menjadi makhluk buas peliharaan. Makhluk-makhluk terkuat di antaranya bahkan menjadi ekosistem mandiri, memancarkan aura alam rahasia seperti Yellow Spring, Skeleton Kingdom, Succubus Nest, dan Kingdom of the Sky Tree, serta memelihara tak terhitung banyaknya pengikut.
Para pengendali makhluk buas menjalin kontrak dengan hewan peliharaan mereka, membesarkannya, dan mengendalikan kekuatan spiritual.
Setelah menyaksikan peristiwa “Taboo Sun” (Matahari Tabu), Gary Smith memperoleh kemampuan untuk mengekstrak material dari segala hal di dunia ini dan meracik “Secret Food” (Makanan Rahasia).
Melalui *Evolutionary Secret Food* (Makanan Rahasia Evolusi), kombinasi antara “The Shattered Dusk World” (Dunia Senja yang Hancur) dan “Ancient Dragon’s Dead Egg” (Telur Mati Naga Kuno) menghasilkan *Feast of the End* (Perjamuan Akhir Zaman). Saat makhluk buas peliharaan mengonsumsinya, ia berevolusi menjadi *Dusk Dragon God* (Dewa Naga Senja). Domain Senja miliknya mengikis dunia, mengubahnya menjadi sosok Dewa di akhir zaman.
*Skill Secret Food* (Makanan Rahasia Keterampilan) memungkinkan makhluk buas peliharaan mencuri kemampuan dari segala hal, menjadikan mereka mahatahu dan mahakuasa. Sementara itu, *Sacrificial Secret Food* (Makanan Rahasia Pengorbanan) merampas waktu tabu, mengorbankan makhluk-makhluk kuno, dan melakukan penistaan terhadap para dewa.
Gaya pengendalian makhluk buasnya pun mulai menjadi tidak lazim.
Ada *Spider Shadow* (Bayangan Laba-laba) yang memangsa naga kuno dan menenun mimpi seluruh makhluk hidup dengan jaringnya, *Red Master* (Penguasa Merah) yang mencemari multisemesta, serta *Devourer of the Realms* (Sang Pemangsa Alam Semesta) yang melahap berbagai dunia…
Menanggapi hal ini, ia berdalih, “Makhluk buas peliharaanku memang agak aneh. Tapi mereka benar-benar bukan dewa jahat!”