Tenkou-saki no Seiso Karen na Bishoujo ga, Mukashi Danshi to Omotte Issho ni Asonda Osananajimi datta Ken LN - Volume 1 Chapter 0






Jilid 1 Bab 0.5 — Prolog
Saat itu senja di penghujung musim panas tertentu.
Dulu, ketika mereka masih dengan polosnya percaya bahwa hari-hari bahagia akan berlangsung selamanya.
“Pindah rumah?”
“Ya, di suatu tempat yang sangat jauh.”
“Kita tidak bisa bermain lagi?”
“…Aku tidak tahu.”
Jauh di dalam pegunungan, di balik sebuah kuil tua, terdapat sebuah markas rahasia yang dibuat dari tempat suci kuno—tempat anak-anak bermain dengan bebas.
Dua anak berdiri di sana, kebingungan, kepala tertunduk, bahu gemetar, menahan air mata.
Pindah.
Mereka tidak cukup muda untuk salah paham tentang maknanya, namun cukup dewasa untuk memahami keniscayaan perpisahan.
Pikiran mereka kacau, emosi yang tak terlukiskan meluap di tubuh mereka, membakar hati mereka.
Mereka adalah teman-teman yang berharga.
Di sebuah desa pegunungan yang sepi penduduk dan hanya memiliki sedikit anak, mereka, bersama seorang adik perempuan, bermain bersama setiap hari, tanpa pernah ragu bahwa mereka akan selalu bersama.
Jadi itu adalah perlawanan, sikap keras kepala, penolakan untuk menerima kenyataan.
Salah satu dengan paksa mencengkeram jari kelingking yang lain, menyatukannya.
Kebingungan pihak lain tidak diindahkan.
Namun sesuatu—apa pun—harus dilakukan.
“Haruki, kita akan selalu berteman!”
“Y-Ya! Meskipun kita terpisah, kita tetap berteman, Hayato!”
Sebuah janji kecil di antara anak-anak.
Disaksikan oleh bunga matahari yang mekar, botol-botol ramune yang kosong, dan paduan suara jangkrik, jari kelingking mereka saling bertautan dalam ritual kecil.
Keinginan untuk bersatu kembali di tengah perpisahan yang tak terhindarkan.
Jadi mereka memaksakan senyum.
“Aku pergi dulu!”
“Ya, silakan!”
Dengan demikian, mereka tidak bertukar kata perpisahan.
Itu sudah tujuh tahun yang lalu.
