Summary
Kiamat tiba melalui ritual dan kabut—Su Han dan teman sekamarnya menjadi katalisator yang enggan. Kitab Roh Darah bermanifestasi di tangan setiap penyintas dengan tuntutan tunggal: Monster kontrak memisahkan yang hidup dari yang mati. Saat peradaban runtuh di sekelilingnya, Su Han menghadapi tetangga yang bermutasi, pisau buah bergetar dalam cengkeramannya. Mayat-mayat yang menyatu dan aneh tersebar di reruntuhan. Laba-laba yang sangat besar menganga karena kelaparan. Bola mata memakan cakrawala kota. Monster tangan bercakar bermata satu muncul dari bayangan. Kota terbakar. Manusia menjadi diburu. Kelangsungan hidup menuntut satu pilihan: memerintahkan monster untuk menghancurkan monster.