Atribut Seni Bela Diri Lengkap - MTL - Chapter 1984
Bab 1984 Jangan Takut! (4)
“Cabut kekuatan garis keturunanmu!” Ratu manusia ular itu berjuang untuk bangun dan mendesaknya dengan cemas.
Wajah Qing’er kecil dipenuhi kepanikan. Apa yang seharusnya menjadi tindakan sederhana kini terasa seperti membutuhkan seluruh kekuatan di tubuhnya.
Menarik kembali tangannya berarti memutuskan hubungan dengan kekuatan garis keturunannya terlebih dahulu. Jika tidak, dia akan menderita akibat buruknya.
Karena ia baru saja membangkitkan kekuatan garis keturunannya, ia tidak dapat dengan mudah mengendalikan kekuatan garis keturunannya. Untuk menariknya kembali dengan lancar, ia perlu berkonsentrasi.
“Jangan panik!” Ratu memperhatikan kesulitan yang dialaminya dan, meskipun cemas, menggunakan nada menenangkan untuk meyakinkannya.
“Baiklah!” Qing’er kecil menarik napas dalam-dalam dan mengangguk.
Dia hendak memejamkan matanya, berusaha mengendalikan kekuatan garis keturunannya.
Tiba-tiba, sebuah tangan diletakkan di bahunya yang sedikit terasa nyeri.
Tangan itu besar dan memancarkan kehangatan yang menenangkan.
“Jangan takut.”
Pada saat yang sama, sebuah suara yang tenang dan lembut perlahan bergema di telinganya.
Qing’er kecil terkejut. Dia mengangkat kepalanya dan menatap orang yang berbicara. Wajah yang familiar muncul di pandangannya.
Wajah, tangan, dan suara lembut itu secara ajaib berhasil menenangkan hatinya yang berdebar kencang. Seolah-olah dia telah menemukan secercah… rasa aman.
Sesaat kemudian, sebuah kekuatan yang tampaknya berasal dari sumber yang sama mengalir ke dalam tubuhnya melalui tangan besar itu.
Qing’er kecil merasa seolah-olah dipeluk oleh kehangatan ayahnya, aman dan nyaman. Saat kekuatan mengalir melalui dirinya, kekuatan itu merevitalisasi tubuhnya, mengisi kembali pengeluaran besar kekuatan garis keturunannya.
Wajah pucatnya perlahan kembali merona.
“Kau…” sang ratu ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada saat itu, ia terdiam melihat raut wajah Qing’er kecil.
“Bersiaplah!” Suara Wang Teng yang tenang dan lembut bergema sekali lagi.
Bersiap? Siap untuk apa? Qing’er kecil memiliki pertanyaan di benaknya, namun sebelum dia dapat menyuarakannya, tubuhnya secara naluriah rileks di bawah pengaruh suara itu.
Ledakan!
Tiba-tiba, kekuatan garis keturunan yang berasal dari sumber yang sama dengannya meledak.
Aura yang kuat terpancar dari tubuh mereka.
Kekuatan garis keturunan menyatu menjadi satu, dan wujud halus Ular Laut Purba, yang awalnya berukuran seribu kaki, tiba-tiba membesar dan mengeras, kini mengambil bentuk makhluk kolosal yang membentang hingga sepuluh ribu kaki.
Yang terpenting, gambar ini menjadi sangat nyata.
Sisik yang menutupi tubuhnya, pola-pola rumitnya, dan bahkan tatapan matanya yang dingin dan agung, semuanya mengalami transformasi radikal.
It tampak seperti hidup.
Bentuknya menyerupai Ular Laut Purba sejati yang telah melintasi sungai waktu yang tak terbatas untuk sampai ke dunia saat ini.
Sebuah aura keagungan purba yang tak berujung terpancar dari citra halus Ular Laut Purba, menyelimuti seluruh dunia.
“Apa ini?” Mata sang ratu membelalak, hatinya kacau, benar-benar kehilangan ketenangannya.
Qing’er kecil juga membelalakkan matanya karena tak percaya. Kepala kecilnya dipenuhi tanda tanya.
Di luar, semua prajurit ular dan manusia ular biasa berhenti di tempat mereka, menatap dengan kagum pada Ular Laut Purba, yang telah berubah seolah terlahir kembali.
Bahkan Marong dan para pendekar bela diri manusia ular tingkat surga lainnya pun tercengang melihat pemandangan itu, benar-benar lupa untuk berpikir.
Mengapa gambar ular piton leluhur tiba-tiba menjadi begitu besar?
Di balik penghalang itu, pupil mata Ular Piton Berbulu Hitam yang menakutkan itu tiba-tiba menyempit. Di dalam pupil vertikalnya, secercah rasa takut muncul. Aura yang terpancar dari dalam penghalang itu membuatnya gemetar.
Menakutkan!
Jika gambar sebelumnya dilihatnya sebagai bayi biasa, kini gambar tersebut telah berubah menjadi raksasa dewasa yang menakutkan!
Mungkinkah ada makhluk dewasa yang lebih mengerikan lagi yang tersembunyi di dalam bangunan di bawah sana?
Perasaan yang muncul saat itu seperti menindas anak orang lain, lalu tiba-tiba orang tua tersebut muncul untuk membalas dendam.
Dan orang tua ini adalah seorang pria berotot yang super tak terkalahkan!
Satu pukulan saja bisa membuat monster seperti itu menangis!
