Rakudai Kishi no Eiyuutan LN - Volume 8 Chapter 0





Selingan: Agar Tidak Menyesal
Setiap kali aku memejamkan mata, aku dapat mengingat dengan jelas hari-hari yang kuhabiskan bersama saudaraku tercinta. Aku selalu mengikutinya ke mana pun. Saat itu, aku bahkan lebih buruk dalam berinteraksi dengan orang lain daripada sekarang, jadi aku tidak pernah berani berbicara dengannya, tetapi setiap kali dia melihatku mengikutinya, dia akan memberiku senyum hangat dan memanggilku untuk mendekat. Itu selalu membuatku sangat bahagia. Dan setiap kali aku berjalan menghampirinya, dia akan dengan lembut menepuk kepalaku. Aku menyukai itu lebih dari apa pun.
Hari-hari itu dipenuhi dengan sukacita, tetapi seiring waktu berlalu, aku menyadari betapa bodoh dan naifnya aku. Yang kulakukan hanyalah melahap kasih sayang saudaraku dengan rakus tanpa memberikan apa pun sebagai balasan. Setiap hari, aku mengutuk diriku di masa lalu karena keegoisannya. Jika aku memperhatikan, aku pasti akan menyadari rasa sakit di tatapannya. Atau kenyataan bahwa semua kerabat kami yang lain menjauhinya. Atau kenyataan bahwa dia selalu mengamati pelajaran yang bisa kuikuti dengan bebas dari jauh. Tentu saja, setiap kali dia melihatku datang, dia akan segera memasang senyum, tetapi selalu ada kegelapan di balik senyum itu yang kupilih untuk abaikan.
Sejak kecil, saudara laki-laki saya selalu berjuang melawan ketidakadilan dunia. Saat itu, saya bahkan tidak mencoba untuk memahaminya. Saya hanya membiarkan dia memanjakan saya tanpa memberikan apa pun sebagai balasan. Tapi sekarang semuanya berbeda. Sekarang saya mengerti apa yang penting baginya, dan apa yang dia inginkan. Yang terpenting, saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk mendukungnya. Bahkan jika itu akhirnya mengorbankan segalanya bagi saya, itu adalah harga yang akan saya bayar dengan senang hati.
