God of Cooking - HTL - Chapter 73
Dewa Memasak – Bagian 73: Kolaborasi tak terduga (1)
#Grand Chef sesi 3, siapa yang akan menjadi juara pertama menurut penonton?
Barangkali jika kau meminta orang untuk menyebutkan program TV paling hits saat ini, mereka tidak akan ragu menyebut Grand Chef. Rata-rata penontonnya melampaui 5 juta orang dan bebrapa kali mencapai 7 juta orang. Hasil ini membuat program Grand Chef menjadi program paling hits yang bahkan melampaui sesi sebelumnya,
Apa penyebabnya? Apakah komposisi misi lebih baik dari sesi sebelumnya? Bukan. Meskipun misi truk makanan yang telah di siarkan kemarin adalah sesuatu yang baru dari sesi sebelumnya, ratingnya sudah bagus dari sebelum misi itu, jadi, bukan itu alasannya.
Sesi 3 jauh lebih baik dari sesi sebelumnya karena pesertanya. Lebih tepatnya, karena beberapa peserta spesial. Sampai-sampai ada istilah bahwa Grand Chef sesi 3 diberkati Tuhan melalui banyaknya penonton. Itu berarti ada banyak peserta yang memiliki sayap untuk terbang lebih tinggi.
Pertama, ada Anderson Rousseau. Dari awal, pria ini sudah menunjukkan rasa percaya dirinya. Baru-baru ini publik akhirnya mengetahui bahwa dia adalah putra dari Fabio Rousseau dan Amelia Rousseau. Benar. Restoran bintang 3 Michelin ‘Glutto’. Pemiliknya adalah orang tua Anderson.
Anderson Rousseau membuat orang-orang semakin penasaran. Dia punya keahlian yang lebih untuk disebut amatir, dan sekaligus punya pemahaman yang mendalam tentang masakan. Karismanya keluar saat dia sedang berdiri di depan meja masak dengan begitu percaya diri. Oleh karena itu, berita tentang keluarganya membuat syok dan sulit dipahami.
Kaya Lotus jelas kebalikannya. Cinderella miskin dan malang yang harus membantu ibunya di pasar dan hanya lulus sekolah dasar. Dia adalah peserta yang lebih banyak mendapat perhatian dari peserta yang lain.
Bukan karena dia punya latar belakang yang menyedihkan. Dia punya mulut yang paling kasar dan kotor di antara peserta yang lain, sehingga banyak orang-orang mengkritiknya.
Terlepas dari sikapnya itu, alasan dia punya banyak fans adalah penampilannya, dan yang lebih penting karena kemampuannya. Gadis yang baru saja beranjak dewasa ini bisa membuat hidangan-hidangan sulit, yang butuh banyak keahlian dalam membuatnya. Khususnya, saat dia menunjukkan performa masak langsung dengan api, sehingga para fans memberikan julukan yang lucu, the Fire chef.
Karakter Lotus yang dia punya bukan hanya seorang anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang beruntung yang menjadikannya gadis jenius. Peserta yang selalu bersamanya, Jo Minjoon, membuat berbagai adegan romantis dengan Kaya yang membuat para penonton semakin tertarik. Mungkin, Jo Minjoon dimunculkan hanya karena PD, atau adegan itu memang sebuah kebetulan. Hal yang paling penting yaitu para peserta pun tertarik dengan kisah cinta di antara keduanya.
Dan harapan peserta tidaklah sia-sia. Lotus yang biasanya galak dan ketus, tapi cenderung lunak jika bersama Jo Minjoon, itu bagus dilihat. Suasana teduh di antara mereka berdua membuat penonton bersorak untuk mereka, tapi alasan dari sorakan tersebut adalah peristiwa yang baru-baru ini terjadi.
Lebih tepatnya, sekitar tanggal 4 Mei, rating Grand Chef melampaui 7 juta penonton. Hal itu karena kemampuan indera pengecap Jo Minjoon yang selama ini tersembunyi, muncul sebagai hadiah yang mengejutkan bagi penonton. Reaksi penonton seperti itu mudah dijelaskan. Video tentang Jo Minjoon menebak ke-20 bahan dengan benar bahkan melampaui 30 juta orang.
Sebenarnya, hubungan antara Minjoon dan Lotus terlihat seperti si jenius dan musuhnya. Namun, saat Jo Minjoon menunjukkan kejeniusannya, orang-orang tidak bisa menerima itu sebagai hubungan yang normal. Membuat kisah antara dua jenius akan membuat orang merasa begitu tenggelam dalam kisah mereka, indah, dan penuh harapan.
Kemudian ekspektasi itu akan kembali menjadi rating Grand Chef. Tentu, rating itu tidak hanya dari siapa yang menyukai program masak-memasak, meskipun nilai program tidak akan berubah. Kecenderungan itu akan dipertahankan oleh tiga orang itu, dan tahta tersebut akan bertahan cukup lama.
Tapi ada satu masalah yang tersisa. Jika kepopuleran Grand Chef berkat beberapa peserta yang spesial, lalu saat mereka tereliminasi satu per satu, mungkinkah ratingnya akan jatuh atau justru akan naik?
2010.05.12 – Angela Eve
“…Tereliminasi.”
Di balik selimut, Jo Minjoon melihat ponselnya dengan ekspresi aneh. Artikel itu bukan berisi tentang sesuatu yang tidak ada hingga sekarang, atau alasan khusus, hanya saja, menurutnya itu tidak perlu. Di balik Peter dan peserta yang tereliminasi, dia pun melihat dirinya sendiri di antara mereka..
Itu semua karena Martin. Jo Minjoon menghirup nafas. Setelah tawaran Martin yang aneh, dia berujung memikirkan dengan serius tentang program perjalanan mencicipi itu. Jaminan baru saja muncul. Jaminan yang Jo Minjoon akan baik-baik saja jika dia tereliminasi. Dia bahkan tidak tahu apakah dia harus senang atau tidak.
Setelah mencemaskan hal itu, lalu dia lapar. Jo Minjoon pergi ke dapur.
Seminggu telah berlalu sejak Peter tereliminasi. Namun, dia masih belum mendengar tentang misi berikutnya. Jo Minjoon sepertinya tahu misi berikutnya tentang apa. Meskipun dia tidak tahu dengan jelas perintah di misi itu, dia ingat satu hal, lebih tepatnya itu misi saat Kaya berperan besar di dalamnya. Hal itu karena dia menyimak bagian yang diedit tentang Kaya.
Pada kasus misi risotto, dia tidak ingat. Lebih tepatnya, itu adalah misi yang dia tidak ingat dengan jelas. Mungkin, Kaya memilih hidangan yang lain, atau sebenarnya misi yag berbeda.
Namun, misi ini terlalu besar dan menarik untuk diubah hanya karena keberadaan Jo Minjoon. Menurutnya PD tidak semestinya mengubah misi.
“Apa kau baru bangun?”
“Sudah dari tadi.”
Hanya ada Anderson di dapur. Hal itu dapat dipahami karena saat ini bahkan belum jam 7 pagi. Orang yang bangun jam sekian, atau lebih tepatnya orang yang akan bangun lalu mendatangi dapur hanyalah Kaya atau Chloe. Chloe punya kebiasaan berolah raga di pagi hari, dan Kaya punya kebiasaan bangun lebih awal karea dia terbiasa bekerja di pasar. Tentu, dia seperti ingin balas dendam dengan pola hidup seperti itu, sering kali dia sengaja tidur larut malam.
“Apa yang kau buat?”
“Potato gnocchi gratin.”
“…Di pagi hari?”
Anderson hanya mengangkat bahu. Baiklah, dia ingin makan sesuatu yang berat di pagi hari. Jo Minjoon tidak lanjut membantah. Anderson mengisyaratkan sesuatu di pantri dengan matanya.
“Ada beberapa sayuran yang baru masuk pagi ini. Kau juga, buatlah sesuatu dengan sayuran itu.”
“Oh, benarkah?”
Seperti yang Anderson katakan, dia tidak bisa melihat sayuran dengan level kesegaran di bawah 90%.
‘Aku ingin makan mie.’
Namun, dia tidak tertarik membuat pasta. Dia tidak ingin makan sesuatu yang berminyak dan bersaus. Dari pada makan pasta dengan gaya champon, yaitu makan pasta bersama dengan sup, dia lebih memilih makan mie yang lain.
Pada saat itu, perhatiannya tertuju pada udon kering dan mie bihun. Mata Jo Minjoon bergantian menatap kedua mie itu. Jenis mie yang dia suka adalah udon, tapi dia lebih suka masakan mie bihun kuah.
Pada akhirnya, apa yang dia pilih adalah mie bihun karena dia bisa merasakan cita rasa sayuran yang segar dengan memasaknya bersama bihun. Udon adalah hidangan yang mengolah mie sebagai bahan utamanya. Di sisi lain, Mie bihun bisa dinikmati bersama dengan sayuran, tentunya, bawang bombay, parsley jepang, tauge, dan ketumbar selalu ditambahkan. Semua bumbu itu, Jo Minjoon suka. Dia bahkan sangat suka ketumbar. Dia sangat suka aroma ketumbar sampai saat ini.
Untuk membuat hidangan mie bihun sederhana, banyak bahan yang harus digunakan, yaitu: daging brisket beserta kaldunya, tauge, herba, bawang merah, cabai hijau, ketumbar, lobak, jahe, daun bombay, dan sari jeruk nipis. Selain itu, kecap ikan, saus cabai sriracha, saus hoisin, dll.
Alasan terbesar orang-orang tidak membuat mie bihun di rumah adalah karena butuh banyak bahan. Khusus kecap ikan, normalnya kau tidak akan membelinya jika kau tidak suka. Yang paling penting, sering kali kau membeli kecap asin, tapi tidak tahu kapan digunakan lagi selain untuk memasak mie bihun. Tentu, kau bisa menggunakan getah seafood alih-alih kecap ikan, tapi cita rasanya akan berbeda.
Setelah memasukkan mie bihun ke dalam air, dia membuka plastik pembungkus kaldu. Normalnya, dia juga akan butuh untuk merebus kaki sapi, tapi itu akan cukup aneh dilakukan hanya untuk membuat sarapan. Jo Minjoon menuangkan kaldu ke dalam panci bersma dengan bawang bombay dan jahe lalu mendidihkannya. Setelah membuang darah dari daging brisket, dia memasaknya setengah matang dengan mencelupkan ke dalam kaldu.
Dia tidak membuat acar bawang. Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya bagi penduduk asli tanpa acar bawang, tapi bagi Jo Minjoon itu terlalu kuat. Dari pada harus menyelaraskan dengan bahan lain, toh hidangan ini hanya untuk dimakan sendiri. Sama halnya dengan makan jajangmyeon biasa dengan acar lobak yang 10 kali lebih asin.
Pada saat dia hendak memasukkan kecap ikan, garam, dan lada ke dalam kaldu, Chloe masuk ke dapur dengan memakai baju olahraga. Dia punya rambut sebahu, dan sedang terengah-engah, pipinya pun memerah. Dia tidak tampak berkeringat kegerahan, cuaca masih terlalu dingin untuk menyebabkan berkeringat. Jo Minjoon bertanya dengan suara tenang. Dia menguncir rambutnya, dan mengambil terengah-engah, pipinya pun masih merah.
“Apa kau baru saja berolahraga?”
“Iya. Saat aku jogging di halaman depan, aku melihat ada orang aneh. Dia bersandar di pagar dan memotret suasana di dalam”
“…Seorang reporter lagi?”
Saat ini, banyak reporter yang telah diusir karena berusaha masuk ke dalam asrama Grand Chef. Hal itu dapat dipahami. Seperti halnya paparazzi yang menempel pada banyak bintang. Bintang siaran saat ini adalah Grand Chef, maka wajar banyak reporter yang datang untuk mengetahui tempat siaran. Chloe menggelengkan kepala seolah-olah terganggu dengan hal itu.
“Aku tidak tahu. Dia sudah ditangkap petugas keamanan dan semua foto yang dia punya telah dihapus, tapi aku juga mulai merasa tidak nyaman lalu kembali masuk. Omong-omong apa yang sedang kau buat? Baunya sedap.”
“Mie bihun.”
“Oh, kau membuat sup.”
“Mie bihun lebih enak dari pada sup atau apa pun. Apa kau ingin coba? Ini hampir selesai dan ada banyak. Ini cukup untuk 3-4 orang.”
“Maka, aku akan menunggumu bersama piring ini.”
Chloe tersenyum ceria dan memegangi tangannya. Jo Minjoon melihat ke aula sekilas. Waktunya Kaya keluar, tapi dia belum terlihat batang hidungnya. Apa dia tidur larut lagi untuk deviasi? Saat dia memikirkan itu, Kaya muncul dengan rambut acak-acakan yang terikat, dia memakai kaos dengan potongan leher lebar dan celana pendek kusut.
Chloe melihat rambut Kaya dengan mata bersinar. Dia sangat suka dengan gaya rambut acak-acakan Kaya . Dia berusaha keras membuat gaya rambut seperti itu bahkan setelah mencuci rambutnya. Jo Minjoon tertawa.
“Kaya, kau berjanji membuatkanku sarapan setiap hari.”
“Aku tidak ingat kita sepakat soal jamnya. Ini masih 8:30.”
Jo Minjoon tersenyum jahil melihat wajah datar Kaya. Sejujurnya dia ingin mengatakan padanya untuk tidak tidur larut malam agar bisa bangun pagi. Anderson, yang telah selesai membuat potato gnocchi gratin, melihat mereka.
“Apa ada orang yang mau makan gratin?”
“Aku tidak. Aku tidak mau sakit perut lagi setelah makan keju.”
Saat Jo Minjoon menjawab seperti itu, ujung bibir Anderson naik seolah-olah dia kecewa. Jo Minjoon mengangkat bahu dan lanjut berkata,
“Apa boleh buat, seiring bertambahnya usia, aku tidak bisa mencerna keju seperti sebelumnya.”
“…Tapi kau masih 21?”
“Iya benar, aku tidak lagi di masa pertumbuhan, tapi masa penuaan. Tentu berbeda saat aku remaja. Selain itu, keju tidak cocok dengan keadaan jasmaniku.”
Anderson menatap hidangannya lagi dengan tajam, dia memakan gnocchi dan keju yang dia buat. Gnocchi yang dia buat bersama dengan saus krim mempunyai tekstur lengket yang mirip dengan ongsimi, tapi lebih lembut. Chloe mengangkat tangan seolah-olah dia tidak bisa menahannya lagi.
“Anderson. Aku mau.”
“…Baiklah.”
Pada saat yang sama, mie bihun juga sudah matang. Jo Minjoon menuangkan kaldu di mie bihun dan menempatkan tauge, bawang bombay, cabai merah, dan ketumbar. Dia juga mencampurkan sari jeruk nipis, saus hoisin, atau saus cabai di piring yang lain. Kemudian dia menyajikannya, dan selesai.
Karena aroma masakan saat dia memasak begitu sedap, dia merasa semakin lapar. Dia meminum kuahnya dengan alasan mencicipi rasanya, tapi itu malah membuatnya semakin lapar.
Dia merasa bahwa jika disantap sekarang juga, rasanya akan lebih enak dari sebelumnya yang pernah dia makan. 4 orang duduk di meja. Pada saat itu, Kaya membuat telur gulung sederhana ala Jepang dan meletakkannya di meja. Kaya mendengus lalu berkata,
“Telur gulung. Aku membuat ini untuk sarapanmu.”
“Katakanlah begitu.”
Kaya melotot pada Jo Minjoon, tapi tidak berkata apa-apa. Pertama, karena dia lapar, jadi dia ingin mencoba mie bihun agar tampak menarik di depan Jo Minjoon. Anderson tidak makan mie bihun karena hanya dengan makan potato gnocchi gratin yang dia buat sudah membuatnya kenyang. Meskipun Chloe membantunya menghabiskan, tapi tetap saja porsinya masih banyak. Anderson menatap Kaya.
“Kau tidak makan? Gratin.”
“Iya.”
“Terserah.”
Pada jawaban Kaya yang singkat, Anderson pun memalingkan muka. Masih canggung, tapi Jo Minjoon tidak peduli. Mereka menjadi canggung sejak misi tim yang membuat mereka bertengkar. Belum ada alasan untuk membuat perbedaan suasana di antara mereka.
Jo Minjoon perlahan-lahan memasukkan mie bihun ke dalam mulutnya. Walau kuahnya panas, tapi mienya telah dicelupkan ke dalam air dingin sehingga tidak perlu meniupnya agar dingin. Aroma kaldu bersama dengan aroma ketumbar, bercampur dengan kuat dan menggelitik hidungnya. 9 dari 10 orang di Korea tidak suka ketumbar, tapi beruntungnya, Jo Minjoon termasuk ke dalam sisanya.
Mereka bilang bahwa semakin melimpah rasanya, maka semakin menggugah selera. Mungkinkah itu disebut aroma yang keras? Karena tidah hanya hidung, tapi langit-langit mulut juga takluk dengan aroma itu.
Tauge yang dikunyahnya masih agak renyah, dan tektur mie bihun yang lembut di lidah dan bibir juga sangat menggiurkan. Skor makanan itu 7. Saat ini, lebih susah untuk membuat hidangan dengan skor 6. Untuk membuat hidangan 7 poin, tidak begitu sulit, jika kau menurut dengan standar yang ada. Jika kau mengubahnya sedikit resep yang terbatas, kau bisa mendapat 7 poin dengan mudah.
‘Mungkin aku mendekati level memasak 7.’
Saat dia makan sambil memikirkan soal itu, mie bihunnya semakin terasa nikmat. Kaya melihat Jo Minjoon yang sedang tersenyum, lalu berkata,
“Ini lezat.”
“Aku setuju”
“Terima kasih.”
Pada kata-kata Chloe setelah Kaya, Jo Minjoon tersenyum dan menjawab demikian. Jo Minjoon meminum sesendok kuah lalu bertanya,
“Kapan kita akan menjalani misi lagi?”
“Entahlah. Mungkin mereka akan mengeluarkan misi sebagai hadiah kejutan.”
“Aku berharap itu bukan misi truk makanan. Itu seru, tapi juga melelahkan.”
“Aku setuju.”
Saat itu, Kaya melihat Jo Minjoon dan bertanya,
“Apa kau mau bertaruh?”
“Taruhan apa?”
“Apa tema misi selanjutnya. Siapa yang menebak dengan benar, dia yang menang. Hadiahnya…Jika aku menang, ayo membatalkan perjanjian membuat sarapan. Jika kau menang, aku akan membuatkan kau makan siang juga. Bagaimana dengan itu?”
“…Kalian tahu bahwa tukang judi yang sudah mengacaukan hidupnya kemudian akan memilih jalan yang normal, kan?”
“Diamlah. Kau mau atau tidak? Kenapa? Kau tidak percaya diri?”
Melihat Kaya tersenyum, jelas Kaya ingin memprovokasi Jo minjoon. Jo Minjoon berkata sambil tertawa dalam hati,
“Menurutmu apa tema misi berikutnya?”
“Kita bersepuluh. Jika dibagi 2, maka 5 orang pas, jadi pasti tema misi berikutnya adalah misi tim. Oh iya, seperti yang aku bilang pertama, kau harus menyebutkan sesuatu yang berbeda.”
“Oke. Baiklah.” Aku bertaruh berikutnya adalah misi individu.”
“…Benarkah?”
Kaya melihat Jo Minjoon dengan tatapan bingung. Sepertinya dia menyesal karena Jo Minjoon setuju untuk taruhan dengan mudahnya. Jo Minjoon hanya tertawa. Berdasarkan ingatannya saat tersisa 10 peserta, mereka tidak menjalani misi tim. Lebih tepatnya, hanya ada 1 tim setelah sisa 10 peserta bertahan. Dia pun masih ingat adegan saat 10 hidangan yang disajikan bersamaan di atas meja. Jika ingatannya benar, maka misi selanjutnya adalah…
‘Prasmanan.’
< Kolaborasi tak terduga (1) > Selesai
